Peta tutupan lahan pada halaman Land Use Change dihasilkan dengan klasifikasi supervised Random Forest pada citra Sentinel-2. Training menggunakan 540 titik sampel dari 7 kelas tutupan lahan. Halaman ini memuat data training, variabel input, proses klasifikasi, dan hasil validasi.
Data training terdiri dari 540 titik dalam 7 kelas tutupan lahan. Label setiap titik ditentukan dengan interpretasi visual citra resolusi tinggi Google Earth dan profil NDVI.
Luas KHDTK sekitar 230 ha. Sebanyak 66 titik berada di dalam KHDTK dan 474 titik di sekitarnya, dalam area analisis seluas sekitar 4.580 ha.
| # | Kelas | Jumlah Titik | Deskripsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Hutan Rapat (Dense Forest) | 48 | Tajuk rapat dan tertutup |
| 2 | Hutan Jarang (Sparse Forest) | 87 | Tajuk lebih terbuka, termasuk hutan sekunder |
| 3 | Semak Belukar (Shrubland) | 173 | Semak, vegetasi terbuka, dan tegakan muda |
| 5 | Pertanian (Agriculture) | 62 | Sawah, ladang, dan kebun (40 titik sawah) |
| 6 | Lahan Terbuka (Bare Land) | 74 | Tanah terbuka dan lahan bekas panen |
| 7 | Badan Air (Water Body) | 62 | Sungai, waduk, dan genangan |
| 8 | Lahan Terbangun (Built-up) | 34 | Permukiman, jalan, dan bangunan |
Nomor kelas mengikuti skema 8 kelas. Kelas 4 (Perkebunan) tidak memiliki titik sampel.
Setiap piksel memiliki 106 variabel input: 17 variabel spektral dari 6 tanggal citra Sentinel-2 (6 × 17 = 102) dan 4 variabel topografi.
Random Forest adalah ensemble dari banyak decision tree. Kelas setiap piksel ditentukan dari mayoritas hasil seluruh tree.
106 variabel input, 200 decision tree, training dengan 540 titik sampel. Seluruh angka akurasi dan gambar pada halaman ini berasal dari model ini.
Peta pada halaman Land Use Change dihasilkan di Google Earth Engine dengan 200 decision tree dan 15 variabel input (10 band Sentinel-2 dan 5 indeks spektral). Training menggunakan komposit median musim kemarau Juni–November 2023, kemudian model diterapkan pada komposit median bulanan. Cloud masking menggunakan band SCL.
8 kelas hasil klasifikasi digabung menjadi 5 kelas tampilan: Hutan Lebat, Hutan, Semak/Perkebunan, Lahan Terbuka (pertanian dan lahan terbuka), dan Non-vegetasi (badan air dan lahan terbangun).
Pada 5-fold cross-validation, 498 dari 540 titik terklasifikasi benar. Hutan Rapat dan Semak Belukar terklasifikasi 100% benar. Kesalahan terbesar: 10 titik Hutan Jarang terklasifikasi sebagai Semak Belukar, dan 8 titik Lahan Terbuka terklasifikasi sebagai Pertanian.
| Kelas | Producer's Accuracy | User's Accuracy |
|---|---|---|
| Hutan Rapat | 100% | 100% |
| Hutan Jarang | 88,5% | 97,5% |
| Semak Belukar | 100% | 91,1% |
| Pertanian | 88,7% | 84,6% |
| Lahan Terbuka | 77,0% | 89,1% |
| Badan Air | 96,8% | 90,9% |
| Lahan Terbangun | 82,4% | 100% |
Dihitung dari confusion matrix pada Gambar 5.
Area studi dibagi menjadi 6 blok spasial. Setiap blok diuji dengan model hasil training dari 5 blok lainnya, sehingga titik testing tidak berdekatan dengan titik training. Hasil: Overall Accuracy 58,9%, Kappa 0,51.
Peta 2023 dan 2025 dibandingkan per piksel. Hanya piksel yang valid pada kedua tanggal yang dihitung.