Makassar, 17 Juli 2026 – Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bekerja sama dengan ICRAF (Landscape Alliance) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Internasional bertajuk EPISTEM Goes to Campus: Generasi Muda sebagai Penggerak Pengelolaan Bentang Lahan Berbasis Penginderaan Jauh. Kegiatan yang berlangsung di I-Gift Learn, Menara Iqra Lantai 2 Unismuh Makassar ini menjadi wadah strategis dalam mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk membahas perkembangan teknologi geospasial dalam mendukung pengelolaan bentang lahan yang berkelanjutan.
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari implementasi penelitian Evolving Participatory Information System (EPiSTEM) yang dilaksanakan oleh ICRAF. Program tersebut didanai oleh BMU International Climate Initiative (IKI), dikoordinasikan oleh International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), serta berkolaborasi dengan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRE-BRIN) dan WRI Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai inovasi pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geospasial, dan solusi berbasis alam (Nature-based Solutions) sebagai pendekatan ilmiah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan dari Direktur ICRAF Indonesia (Muhammad Syahrir), Ketua Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar (Ir. Jauhar Mukti, S.Hut., M.Hut., IPM), serta Dekan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar (Dr. Ir. Andi Khaeriyah, M.Pd., IPU). Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset internasional dalam memperkuat kapasitas mahasiswa menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sesi utama diawali dengan keynote speech dari narasumber BRIN yang dibawakan oleh Dony Wicaksono yang mengangkat tema "Memetakan Masa Depan: Peran Generasi Muda dalam Solusi Alami Perubahan Iklim melalui Pemetaan dan Penginderaan Jauh." Materi tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya data spasial dalam mendukung perencanaan tata kelola bentang lahan yang efektif, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Suasana kuliah tamu semakin interaktif melalui Talkshow "Teknologi Pemetaan untuk Masa Depan Bentang Lahan Indonesia" yang menghadirkan narasumber dari ICRAF, BRIN, dan komunitas Karsa Bentala. Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, inovasi pemetaan digital, hingga peluang keterlibatan generasi muda dalam pengembangan solusi iklim berbasis alam. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan platform LUMA (Land Use Mapping for All) melalui demonstrasi langsung sebagai salah satu inovasi teknologi yang mendukung pengumpulan dan visualisasi data spasial.
Tidak hanya menghadirkan diskusi akademik, kegiatan ini juga dikemas secara menarik melalui kuis interaktif menggunakan Slido, sosialisasi Mapping Contest bertema "#CeritaDiBalikPeta: Inovasi Pemetaan untuk Solusi Iklim Berbasis Alam", serta sesi Ideathon yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide-ide kreatif dalam pengembangan inovasi geospasial. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran kolaboratif yang mendorong kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.
Kuliah tamu internasional ini diikuti oleh sekitar 180 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Bosowa, Universitas Islam Makassar, Universitas Negeri Makassar, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Maros, Universitas Indonesia Timur, serta sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar. Keikutsertaan berbagai institusi menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan kapasitas generasi muda dalam bidang geospasial, kehutanan, dan pengelolaan bentang lahan.
Ketua Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar dalam hal ini Ir. Jauhar Mukti, S.Hut., M.Hut., IPM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat implementasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kolaborasi bersama ICRAF, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, memahami praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan bentang lahan, serta terdorong untuk berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek aksi iklim, perlindungan ekosistem daratan, dan kemitraan global.
Melalui penyelenggaraan EPISTEM Goes to Campus, Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi dengan lembaga riset internasional dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam di era digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat yang lebih luas antara Unismuh Makassar dan ICRAF di masa mendatang.
No comments yet. Be the first to comment!