Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Des 06, 2024 · Research · 1 min read
Cendana yang Terancam Punah: Pupuk Kandang Ayam dan Ukuran Benih Jadi Kunci Persemaian
1152 views
0 comments
0 likes

Cendana yang Terancam Punah: Pupuk Kandang Ayam dan Ukuran Benih Jadi Kunci Persemaian

Penelitian dari Universitas Nusa Cendana menemukan bahwa campuran pupuk kandang ayam pada media tanam dan pemilihan ukuran benih yang tepat dapat meningkatkan perkecambahan cendana (Santalum album), spesies langka asal Nusa Tenggara Timur.

Gambar: sampul artikel, dari Blolok dkk. (2024), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.

Tim peneliti dari Program Studi Kehutanan, Universitas Nusa Cendana, meneliti cara memperbaiki persemaian cendana (Santalum album Linn.), tanaman hutan endemik Nusa Tenggara Timur yang berstatus terancam punah. Penelitian dilakukan di Persemaian Permanen Fatukoa, BPDAS Benain Noelmina, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, selama tiga bulan dari Maret hingga Mei 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa jenis media tanam dan ukuran benih sangat menentukan keberhasilan perkecambahan cendana.

Penelitian ini menemukan bahwa benih berukuran kecil yang ditanam pada media campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang ayam memiliki daya kecambah tertinggi, yaitu 37,33 persen. Sebaliknya, benih kecil yang ditanam hanya pada media tanah dan pasir tanpa bahan organik hanya mencapai 11,33 persen. Pupuk kandang ayam dinilai paling efektif karena memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroba, dan menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sementara itu, pupuk kandang sapi melepaskan hara lebih lambat, dan media tanah-pasir tanpa bahan organik membuat tanah memadat sehingga menghambat pertumbuhan akar.

Temuan ini penting bagi upaya konservasi cendana di Nusa Tenggara Timur, di mana ribuan rumah tangga menggantungkan hidup dari budidaya tanaman ini. Cendana dikenal sebagai penghasil kayu cendana wangi bernilai ekonomi tinggi untuk industri kosmetik dan farmasi. Penelitian ini menyarankan agar petani dan pengelola persemaian lebih cermat memilih ukuran benih dan menambahkan pupuk kandang ayam pada media tanam. Tim peneliti mencatat bahwa penelitian lanjutan di lapangan masih diperlukan untuk menguji strategi ini pada skala yang lebih luas dan kondisi lingkungan yang beragam.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Optimising Growing Media Composition and Seed Selection Strategies For the Conservation of the Endangered Sandalwood (Santalum album Linn.) karya Agustina Sumarni Ciputri Blolok, Wilhelmina Seran, Astin Elise Mau dan Muhamad Soimin, terbit di Jurnal Wasian Vol. 11 No. 2 (2024). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Blolok, A. S. C., Seran, W., Mau, A. E., & Soimin, M. (2024). Optimising Growing Media Composition and Seed Selection Strategies For the Conservation of the Endangered Sandalwood (Santalum album Linn.). Jurnal Wasian, 11(2), 48–57. https://doi.org/10.62142/93nr9m09

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark