Gambar: sampul artikel, dari Arif dan Hanif (2017), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Bibit cempaka wasian (Magnolia tsiampaca) tumbuh paling baik di persemaian bila mendapat naungan sekitar 50 persen. Temuan ini dilaporkan tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado, Arif Irawan dan Hanif Nurul Hidayah, dalam Jurnal Wasian tahun 2017. Penelitian ini penting karena cempaka wasian merupakan jenis kayu bernilai ekonomi tinggi yang pengembangannya di Sulawesi Utara, terutama melalui hutan rakyat, membutuhkan pasokan bibit berkualitas.
Tim membandingkan tiga tingkat naungan: 25 persen dengan intensitas cahaya sekitar 37.350 lux, 50 persen sekitar 19.100 lux, dan 75 persen sekitar 8.018 lux. Hasilnya, naungan 50 persen memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan kualitas bibit di persemaian. Artinya, bibit tidak perlu terlalu banyak cahaya, tetapi juga tidak boleh terlalu gelap.
Bagi petani hutan dan masyarakat sekitar hutan, temuan ini bisa menjadi panduan sederhana saat menyiapkan persemaian cempaka wasian: atur naungan agar cahaya matahari yang masuk tidak berlebihan. Dengan begitu, bibit yang dihasilkan lebih baik dan peluang keberhasilan penanaman di hutan rakyat meningkat.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Shade Effect on Growth and Quality of Cempaka Wasian Seedling (Magnolia tsiampaca (Miq.) Dandy) in Nursery karya Arif Irawan Arif dan Hanif Nurul Hidayah Hanif, terbit di Jurnal Wasian Vol. 4 No. 1 (2017). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Arif, A. I., & Hanif, H. N. H. (2017). Shade Effect on Growth and Quality of Cempaka Wasian Seedling (Magnolia tsiampaca (Miq.) Dandy) in Nursery. Jurnal Wasian, 4(1), 11–16. https://doi.org/10.62142/zf29rf98
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!