Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Jul 04, 2026 · Research · 1 min read
Perempuan di Hutan Kemasyarakatan Gowa Pegang Peran Besar Panen dan Pascapanen Kopi
1092 views
0 comments
0 likes

Perempuan di Hutan Kemasyarakatan Gowa Pegang Peran Besar Panen dan Pascapanen Kopi

Penelitian di Hutan Kemasyarakatan Boritallasa, Kabupaten Gowa, menemukan pembagian kerja yang saling melengkapi antara laki-laki dan perempuan dalam agroforestri kopi, dengan perempuan mendominasi panen dan penanganan pascapanen.

Gambar: sampul artikel, dari Reski dkk. (2026), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.

Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Makassar menelaah peran gender dalam pengelolaan agroforestri kopi di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Boritallasa, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Studi yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini menemukan bahwa laki-laki dan perempuan berbagi tugas secara saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Pemahaman soal pembagian peran ini dinilai penting agar program perhutanan sosial dan agroforestri lebih inklusif.

Menurut penelitian tersebut, laki-laki lebih banyak terlibat pada penyiapan lahan, pembuatan lubang tanam, penanaman, dan pemeliharaan tanaman, masing-masing 65 persen dari total partisipasi. Sebaliknya, perempuan lebih dominan pada panen kopi (65 persen) dan penanganan pascapanen (85 persen). Perempuan juga tetap memikul sebagian besar pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga mengelola keuangan harian keluarga. Di kegiatan komunitas, laki-laki lebih sering hadir di pertemuan kelompok tani, sementara perempuan menunjukkan keterlibatan yang meningkat dalam penyuluhan dan pelatihan. Keputusan teknis budidaya lebih banyak dipegang laki-laki, sedangkan keputusan soal pemasaran dan penggunaan pendapatan cenderung diambil bersama dalam rumah tangga.

Bagi masyarakat sekitar hutan, temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan agroforestri kopi di kawasan perhutanan sosial bergantung pada kontribusi kedua pihak. Peneliti mencatat bahwa perempuan menanggung beban ganda karena tetap bertanggung jawab atas urusan domestik sembari aktif di kebun. Karena itu, program pendampingan dan pelatihan perlu menjangkau perempuan agar partisipasi mereka dalam pengelolaan hutan dan usaha kopi lebih setara.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Gender Roles in Coffee Agroforestry Management: A Case Study of the Boritallasa Community Forestry Area, Gowa Regency, Indonesia karya Nur Reski, Rahmat Ariandi, Hajawa Hajawa, Hasanuddin Hasanuddin, Sultan Sultan dan Andi Azis Abdullah, terbit di Jurnal Wasian Vol. 13 No. 01 (2026). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Reski, N., Ariandi, R., Hajawa, H., Hasanuddin, H., Sultan, S., & Abdullah, A. A. (2026). Gender Roles in Coffee Agroforestry Management: A Case Study of the Boritallasa Community Forestry Area, Gowa Regency, Indonesia. Jurnal Wasian, 13(01), 38–44. https://doi.org/10.62142/zzp87595

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark