Gambar: sampul artikel, dari Sudiyanto dan Wahyudi (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.
Tim peneliti dari Universitas Wira Bakti dan Universitas Sulawesi Barat memetakan status degradasi tanah di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hasilnya, sebagian besar lahan masih tergolong rendah degradasinya, tetapi sekitar 18,22 persen menghadapi masalah serius. Sebanyak 7,85 persen di antaranya masuk kategori sangat kritis. Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Wasian tahun 2025.
Menurut penelitian ini, faktor utama yang membatasi produktivitas tanah adalah banyaknya batuan di permukaan, lapisan tanah yang tipis, dan sifat fisik tanah yang kurang menguntungkan. Wilayah paling rentan berada pada lereng curam di atas 45 persen dan area pertanian intensif. Peta sebaran menunjukkan bahwa lahan dengan tingkat degradasi rendah mencakup 81,78 persen dari luas wilayah kajian.
Tim peneliti merekomendasikan intervensi konservasi yang spesifik lokasi. Reboisasi diusulkan pada area kritis seluas 1.288,42 hektare, sedangkan pengembangan hutan rakyat pada 1.018,54 hektare. Selain itu, penambahan bahan organik dan perbaikan praktik penggunaan lahan menjadi bagian dari saran. Penelitian ini menekankan pentingnya penilaian spasial terpadu untuk menyusun strategi konservasi yang sesuai dengan kondisi setempat, dan kerangka kerjanya dapat diterapkan pada ekosistem pulau lain yang menghadapi masalah serupa.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Assessment and Spatial Mapping of Soil Degradation Status in Bontoharu District, Selayar Islands Regency: A Framework for Sustainable Land Management karya I Wayan Sudiyanto dan Wahyudi Wahyudi, terbit di Jurnal Wasian Vol. 12 No. 01 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Sudiyanto, I. W., & Wahyudi, W. (2025). Assessment and Spatial Mapping of Soil Degradation Status in Bontoharu District, Selayar Islands Regency: A Framework for Sustainable Land Management. Jurnal Wasian, 12(01), 10–21. https://doi.org/10.62142/s431wp41
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!