Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Apr 27, 2025 · Research · 1 min read
Peta Kerusakan Tanah di Bontoharu Selayar: 18 Persen Lahan Terdegradasi
1109 views
0 comments
0 likes

Peta Kerusakan Tanah di Bontoharu Selayar: 18 Persen Lahan Terdegradasi

Penelitian di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menemukan 18,22 persen lahan mengalami degradasi tanah, dengan 7,85 persen sangat kritis. Rekomendasi konservasi disusun hingga tingkat lokasi.

Gambar: sampul artikel, dari Sudiyanto dan Wahyudi (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.

Tim peneliti dari Universitas Wira Bakti dan Universitas Sulawesi Barat memetakan status degradasi tanah di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hasilnya, sebagian besar lahan masih tergolong rendah degradasinya, tetapi sekitar 18,22 persen menghadapi masalah serius. Sebanyak 7,85 persen di antaranya masuk kategori sangat kritis. Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Wasian tahun 2025.

Menurut penelitian ini, faktor utama yang membatasi produktivitas tanah adalah banyaknya batuan di permukaan, lapisan tanah yang tipis, dan sifat fisik tanah yang kurang menguntungkan. Wilayah paling rentan berada pada lereng curam di atas 45 persen dan area pertanian intensif. Peta sebaran menunjukkan bahwa lahan dengan tingkat degradasi rendah mencakup 81,78 persen dari luas wilayah kajian.

Tim peneliti merekomendasikan intervensi konservasi yang spesifik lokasi. Reboisasi diusulkan pada area kritis seluas 1.288,42 hektare, sedangkan pengembangan hutan rakyat pada 1.018,54 hektare. Selain itu, penambahan bahan organik dan perbaikan praktik penggunaan lahan menjadi bagian dari saran. Penelitian ini menekankan pentingnya penilaian spasial terpadu untuk menyusun strategi konservasi yang sesuai dengan kondisi setempat, dan kerangka kerjanya dapat diterapkan pada ekosistem pulau lain yang menghadapi masalah serupa.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Assessment and Spatial Mapping of Soil Degradation Status in Bontoharu District, Selayar Islands Regency: A Framework for Sustainable Land Management karya I Wayan Sudiyanto dan Wahyudi Wahyudi, terbit di Jurnal Wasian Vol. 12 No. 01 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Sudiyanto, I. W., & Wahyudi, W. (2025). Assessment and Spatial Mapping of Soil Degradation Status in Bontoharu District, Selayar Islands Regency: A Framework for Sustainable Land Management. Jurnal Wasian, 12(01), 10–21. https://doi.org/10.62142/s431wp41

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark