Gambar: sampul artikel, dari Yulianti dkk. (2016), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor dan Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB meneliti mutu benih mindi (Melia azedarach L.) dari enam lokasi hutan rakyat di Jawa Barat. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian tahun 2016 ini menemukan bahwa daya hidup dan kekuatan tumbuh benih mindi berbeda-beda antar lokasi asal benih. Hasilnya penting karena benih bermutu menjadi syarat utama pengembangan mindi di hutan rakyat.
Dari enam sumber benih yang diuji, benih asal Sumedang menunjukkan daya berkecambah tertinggi, yaitu 60 persen. Rata-rata daya berkecambah seluruh sumber benih hanya 40 persen. Kecepatan berkecambah tertinggi juga tercatat pada benih asal Sumedang, yakni 6,543 persen per etmal, sedangkan benih asal Gambung paling rendah dengan 1,400 persen per etmal. Penelitian ini juga menemukan cara paling efektif untuk mematahkan dormansi benih mindi, yaitu merendam benih dalam asam sulfat pekat (H2SO4) selama 30 sampai 45 menit. Perhitungan perkecambahan pertama dilakukan pada hari ke-16 dan perhitungan akhir pada hari ke-31.
Bagi petani hutan rakyat, temuan ini menunjukkan bahwa asal benih perlu diperhatikan saat menanam mindi. Memilih benih dari sumber yang tepat dapat meningkatkan peluang benih tumbuh. Selain itu, perlakuan perendaman asam sulfat dapat membantu mempercepat perkecambahan benih yang kulitnya keras.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Variability of Seed Viability and Seed Vigour of Mindi (Melia azedarachlinn.) from Several Populations in The Community Forest of West Java karya Yulianti Bramasto Yulianti, Nurheni Wijayanto Nurheni, Iskandar Z Siregar Iskandar dan I.G.K. Tapa Darma Darma, terbit di Jurnal Wasian Vol. 3 No. 2 (2016). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Yulianti, Y. B., Nurheni, N. W., Iskandar, I. Z. S., & Darma, I. T. D. (2016). The Variability of Seed Viability and Seed Vigour of Mindi (Melia azedarachlinn.) from Several Populations in The Community Forest of West Java. Jurnal Wasian, 3(2), 69–78. https://doi.org/10.62142/sfztgn12
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!