Gambar: sampul artikel, dari Adinugraha dan Mahfudz (2014), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Kebutuhan kayu jati (Tectona grandis) di Indonesia terus meningkat, tetapi produksi dari hutan tanaman industri belum mampu memenuhinya. Hutan rakyat menjadi alternatif pemasok kayu tersebut. Karena itu, tim peneliti dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta, Hamdan Adma Adinugraha dan Mahfudz, mengkaji teknik perbanyakan vegetatif tanaman jati pada hutan rakyat. Hasilnya diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2014.
Menurut penelitian ini, menyediakan bibit unggul dari benih unggul butuh waktu karena harus menunggu seleksi pada plot uji keturunan. Perbanyakan vegetatif dinilai sebagai solusi yang bisa segera diterapkan. Tahapannya dimulai dari pemilihan pohon induk yang baik atau pohon superior, pengambilan bahan vegetatif tanaman, pembuatan okulasi, pembangunan kebun pangkas, hingga produksi bibit secara massal dengan teknik stek pucuk atau kultur jaringan. Uji klon kemudian diharapkan menghasilkan klon unggulan yang adaptif di lokasi pengembangan dan berproduktivitas lebih baik.
Bagi masyarakat sekitar hutan, cara ini membuka peluang mendapatkan bibit jati berkualitas tanpa menunggu lama. Bagi hutan rakyat, bibit unggul berarti produktivitas kayu bisa ditingkatkan, sehingga perannya sebagai pemasok kayu jati semakin kuat.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Pengembangan Teknik Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jati Pada Hutan Rakyat karya Hamdan Adma Adinugraha dan Mahfudz Mahfudz, terbit di Jurnal Wasian Vol. 1 No. 1 (2014). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Adinugraha, H. A., & Mahfudz, M. (2014). Pengembangan Teknik Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jati Pada Hutan Rakyat. Jurnal Wasian, 1(1), 39–44. https://doi.org/10.62142/3xnt5110
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!