Gambar: sampul artikel, dari Lalu dkk. (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.
Ekowisata di Suaka Margasatwa Lombuyan (KSM Lombuyan), Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tergolong cukup berkelanjutan dengan skor 63,89 persen. Temuan ini berasal dari penelitian tim Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako yang menganalisis empat sisi: ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Kawasan seluas 3.069 hektare yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah itu baru mulai dikembangkan sebagai tujuan ekowisata.
Yang paling menonjol adalah sisi kelembagaan dengan skor 82,37 persen dan sisi sosial 80,09 persen. Menurut penelitian ini, lembaga adat Pololuanto Lombuyan berperan besar menjaga aturan lokal, mengawasi kawasan, dan menjembatani warga dengan BKSDA. Sebaliknya, sisi ekonomi hanya 33,13 persen dan tergolong kurang berkelanjutan. Penyebabnya antara lain akses jalan yang sulit, jumlah pengunjung sedikit, serta belum adanya penginapan dan layanan makanan tetap. Pendapatan warga dari ekowisata pun masih kecil dan hanya menjadi tambahan dari bertani dan memungut hasil hutan.
Sisi ekologi berada di angka 55,18 persen. Peneliti mencatat kegiatan rehabilitasi lahan dan penanaman kembali, termasuk pinus (Pinus merkusii), bersama aturan adat yang membatasi pembukaan lahan dan penebangan. Namun upaya ini masih bergantung pada dana proyek dan belum punya pos pemantauan tetap di wilayah terpencil. Bagi masyarakat sekitar hutan, kasus Lombuyan menunjukkan bahwa lembaga adat yang kuat bisa menahan kerusakan hutan, tetapi kesejahteraan warga baru akan meningkat bila akses dan usaha ekowisata ikut dibenahi.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah When Strong Institutions Meet Weak Economies: Lessons from Ecotourism Sustainability in Lombuyan Wildlife Sanctuary, Central Sulawesi karya Andika Lalu, Sitti Ramlah, Reinaldi Reinaldi dan andika lalu lalu, terbit di Jurnal Wasian Vol. 12 No. 02 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Lalu, A., Ramlah, S., Reinaldi, R., & lalu, A. L. (2025). When Strong Institutions Meet Weak Economies: Lessons from Ecotourism Sustainability in Lombuyan Wildlife Sanctuary, Central Sulawesi. Jurnal Wasian, 12(02), 52–62. https://doi.org/10.62142/tx2yq047
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!