Gambar: sampul artikel, dari Dwi Arini dan Kinho (2014), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado mengidentifikasi 55 jenis burung di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tayawi, Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Maluku Utara. Burung-burung itu tergolong ke dalam 25 famili, dan 17 jenis di antaranya merupakan jenis endemik kawasan Wallacea. Penelitian ini diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2014.
Kawasan Taman Nasional Aketajawe-Lolobata ditetapkan sebagai salah satu kawasan konservasi di Indonesia karena perannya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan keunikan ekosistemnya. Penelusuran keragaman burung di DAS Tayawi menjadi bagian dari upaya mendata kekayaan fauna di kawasan tersebut.
Meski demikian, tim peneliti mencatat indikasi penurunan populasi burung di kawasan ini. Sedikitnya jenis burung yang dijumpai diduga akibat kerusakan habitat dan perburuan. Temuan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat dan pengendalian perburuan tetap penting agar jenis-jenis burung, terutama yang endemik Wallacea, tidak semakin berkurang di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah KERAGAMAN JENIS BURUNG DI DAS TAYAWI TAMAN NASIONAL AKETAJAWE-LOLOBATA karya Diah Irawati Dwi Arini dan Julianus Kinho, terbit di Jurnal Wasian Vol. 1 No. 1 (2014). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Dwi Arini, D. I., & Kinho, J. (2014). KERAGAMAN JENIS BURUNG DI DAS TAYAWI TAMAN NASIONAL AKETAJAWE-LOLOBATA. Jurnal Wasian, 1(1), 29–37. https://doi.org/10.62142/ddfmxc27
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!