Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Jun 11, 2025 · Research · 1 min read
Petani Kenari di Kepulauan Selayar Kelola Pohon Warisan 40-50 Tahun Secara Turun-Temurun
1061 views
0 comments
0 likes

Petani Kenari di Kepulauan Selayar Kelola Pohon Warisan 40-50 Tahun Secara Turun-Temurun

Penelitian di Desa Onto, Kabupaten Kepulauan Selayar, mendokumentasikan lima tahap pengelolaan kenari warisan yang sudah berjalan lintas generasi, sekaligus mengungkap peluang dan kendalanya.

Gambar: sampul artikel, dari Pratiwi dkk. (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.

Tim peneliti dari Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Hasanuddin mendokumentasikan cara masyarakat hutan di Desa Onto, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengelola pohon kenari (Canarium indicum) secara turun-temurun. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini menemukan bahwa warga menjalankan lima tahap pengelolaan, yaitu penanaman, pemanenan, pengeringan, pengupasan, dan pemasaran. Pohon yang mereka kelola rata-rata berusia 40-50 tahun dan merupakan warisan dari generasi sebelumnya.

Menurut penelitian ini, hampir seluruh bagian kenari dimanfaatkan. Bijinya dipakai sebagai bahan makanan dan bumbu, kayunya menjadi bahan bangunan, sedangkan cangkangnya diolah menjadi arang. Harga jual kenari di tingkat petani tercatat Rp60.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Namun, tim peneliti mencatat sejumlah kendala: pengeringan masih memakai cara konvensional, teknologi pengolahan terbatas, produk hanya dijual dalam bentuk mentah, dan belum ada program penanaman kembali. Padahal, luas kebun kenari di desa ini mencapai 41 hektare dan menjadi salah satu pemasok utama di Kecamatan Bontomatene.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional warga dapat menjaga hutan sekaligus menghidupi keluarga. Penelitian ini juga mengingatkan bahwa dukungan berupa teknologi pengolahan dan akses pasar yang lebih baik perlu dirancang tanpa mengabaikan cara kerja yang sudah diwariskan.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Understanding Traditional Walnut Management System in Forest Communities of Selayar Islands, Indonesia karya Rini Pratiwi, Makkarennu Makkarennu dan Ridwan Ridwan, terbit di Jurnal Wasian Vol. 12 No. 01 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Pratiwi, R., Makkarennu, M., & Ridwan, R. (2025). Understanding Traditional Walnut Management System in Forest Communities of Selayar Islands, Indonesia. Jurnal Wasian, 12(01), 44–51. https://doi.org/10.62142/y4srf690

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark