Gambar: sampul artikel, dari Baharinawati dkk. (2018), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari merumuskan strategi pengembangan masoi (Cryptocarya massoia) sebagai hasil hutan bukan kayu di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Masoi adalah salah satu komoditas andalan Papua. Minyaknya dihasilkan dari penyulingan kulit kayu dan dipakai sebagai bahan baku aroma untuk makanan, obat-obatan, parfum, dan aromaterapi. Permintaan minyak masoi tinggi, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasilnya, strategi yang paling sesuai adalah memanfaatkan peluang untuk menekan kelemahan. Tim peneliti mencatat dua langkah utama: sosialisasi dan pelatihan budidaya masoi bagi masyarakat adat, serta penyuluhan hukum untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam mengatasi sengketa lahan.
Bagi masyarakat sekitar hutan, masoi bukan sekadar pohon. Kulitnya menjadi sumber penghasilan yang permintaannya datang dari pasar luar. Namun tanpa budidaya dan kepastian lahan, pasokan dari alam bisa terus berkurang. Karena itu, pelatihan budidaya dan penyelesaian sengketa lahan menjadi kunci agar masoi tetap menjadi penopang hidup masyarakat Teluk Bintuni.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Development Strategy of Masoi (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm.) as Non-Timber Forest Products in Teluk Bintuni, West Papua With SWOT Analysis karya Baharinawati Wilhan Hastanti Baharinawati, Relawan Kuswandi Relawan dan Julanda Noya Julanda, terbit di Jurnal Wasian Vol. 5 No. 1 (2018). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Baharinawati, B. W. H., Relawan, R. K., & Julanda, J. N. (2018). Development Strategy of Masoi (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm.) as Non-Timber Forest Products in Teluk Bintuni, West Papua With SWOT Analysis. Jurnal Wasian, 5(1), 43–56. https://doi.org/10.62142/szg2ve21
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!