Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Jul 03, 2018 · Research · 1 min read
Strategi Pengembangan Masoi di Teluk Bintuni: Manfaatkan Peluang Pasar
1092 views
0 comments
0 likes

Strategi Pengembangan Masoi di Teluk Bintuni: Manfaatkan Peluang Pasar

Penelitian di Teluk Bintuni, Papua Barat, merumuskan strategi pengembangan masoi sebagai hasil hutan bukan kayu. Strategi yang disarankan: memanfaatkan peluang pasar sambil membenahi kelemahan, lewat pelatihan budidaya dan penyuluhan hukum.

Gambar: sampul artikel, dari Baharinawati dkk. (2018), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.

Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari merumuskan strategi pengembangan masoi (Cryptocarya massoia) sebagai hasil hutan bukan kayu di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Masoi adalah salah satu komoditas andalan Papua. Minyaknya dihasilkan dari penyulingan kulit kayu dan dipakai sebagai bahan baku aroma untuk makanan, obat-obatan, parfum, dan aromaterapi. Permintaan minyak masoi tinggi, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasilnya, strategi yang paling sesuai adalah memanfaatkan peluang untuk menekan kelemahan. Tim peneliti mencatat dua langkah utama: sosialisasi dan pelatihan budidaya masoi bagi masyarakat adat, serta penyuluhan hukum untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam mengatasi sengketa lahan.

Bagi masyarakat sekitar hutan, masoi bukan sekadar pohon. Kulitnya menjadi sumber penghasilan yang permintaannya datang dari pasar luar. Namun tanpa budidaya dan kepastian lahan, pasokan dari alam bisa terus berkurang. Karena itu, pelatihan budidaya dan penyelesaian sengketa lahan menjadi kunci agar masoi tetap menjadi penopang hidup masyarakat Teluk Bintuni.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Development Strategy of Masoi (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm.) as Non-Timber Forest Products in Teluk Bintuni, West Papua With SWOT Analysis karya Baharinawati Wilhan Hastanti Baharinawati, Relawan Kuswandi Relawan dan Julanda Noya Julanda, terbit di Jurnal Wasian Vol. 5 No. 1 (2018). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Baharinawati, B. W. H., Relawan, R. K., & Julanda, J. N. (2018). Development Strategy of Masoi (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm.) as Non-Timber Forest Products in Teluk Bintuni, West Papua With SWOT Analysis. Jurnal Wasian, 5(1), 43–56. https://doi.org/10.62142/szg2ve21

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark