Gambar: sampul artikel, dari Andes dkk. (2021), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkirakan biomassa pohon di hutan karst Taman Wisata Alam Beriat, Sorong Selatan, Papua Barat, mencapai sekitar 264 Mg per hektare. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini menyoroti peran hutan karst sebagai penyimpan karbon yang penting, meski vegetasinya didominasi pohon berukuran kecil.
Menurut penelitian tersebut, pohon kecil dengan diameter batang 10–30 cm hanya menyumbang sekitar 30 persen dari total biomassa. Sebaliknya, pohon besar berdiameter di atas 50 cm menyumbang sekitar 38 persen. Jenis matoa (Pometia pinnata) menjadi penyumbang terbesar di tingkat petak, yakni sekitar 39 persen biomassa. Temuan ini menunjukkan bahwa pohon-pohon besar dan jenis tertentu memegang peran kunci dalam penyimpanan karbon di hutan karst.
Indonesia diperkirakan memiliki 14,5 juta hektare kawasan karst. Meski kondisi lahannya khas dan vegetasinya relatif kecil, hutan karst tetap berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon yang signifikan. Peneliti juga mencatat bahwa pemilihan rumus pendugaan biomassa perlu dilakukan dengan hati-hati karena perbedaan rumus dapat menghasilkan selisih perkiraan hingga belasan persen. Ketelitian ini penting untuk mengurangi ketidakpastian dalam perhitungan karbon, misalnya untuk mendukung skema REDD+ dan upaya mitigasi perubahan iklim.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Tree Biomass Estimation in Karst Forest of West Papua, Indonesia karya Andes Hamuraby Rozak Andes, Destri Destri Destri dan Zaenal Mutaqien Zaenal, terbit di Jurnal Wasian Vol. 8 No. 2 (2021). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Andes, A. H. R., Destri, D. D., & Zaenal, Z. M. (2021). Tree Biomass Estimation in Karst Forest of West Papua, Indonesia. Jurnal Wasian, 8(2), 75–86. https://doi.org/10.62142/n849nb87
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!