Gambar: sampul artikel, dari Sabar dkk. (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Universitas Hasanuddin menilai lima modal penghidupan masyarakat kawasan ekowisata bakau Lantebung, Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya, masyarakat setempat tergolong memiliki ketersediaan modal penghidupan yang memadai, tetapi akses terhadap kelima modal itu belum merata. Penelitian ini diterbitkan di Jurnal Wasian Vol. 10 No. 02 tahun 2025.
Dari lima modal yang diukur, modal sosial dan modal fisik menempati posisi tertinggi dengan skor 2,44 dan tergolong status aset tinggi. Modal manusia berada di tingkat sedang dengan skor 1,89, begitu pula modal finansial dengan skor 1,86. Posisi terendah ada pada modal alam dengan skor 1,64. Skor dalam penelitian ini bergerak dari minimum 1,00 sampai maksimum 3,00. Ketimpangan akses itulah yang membuat bentuk diagram modal penghidupan masyarakat tidak simetris.
Bagi masyarakat sekitar hutan bakau, temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan hubungan sosial dan sarana fisik yang sudah ada bisa menjadi pijakan untuk memperbaiki mata pencaharian. Sebaliknya, rendahnya modal alam menjadi catatan penting: sumber daya bakau yang menjadi fondasi ekowisata perlu dijaga agar usaha warga tetap berjalan. Penelitian ini menilai modal penghidupan melalui lima jenis modal, yakni manusia, alam, fisik, sosial, dan finansial.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Livelihood Assets of Lantebung Mangrove Ecotourism Community karya Adrayanti Sabar, Emban Ibnu Rusyid, Fitrah Diana, Ansar Ansar, Nur Annisa, Wening Ila Idzatilangi dan Chinty Agustiningrum, terbit di Jurnal Wasian Vol. 10 No. 02 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Sabar, A., Rusyid, E. I., Diana, F., Ansar, A., Annisa, N., Idzatilangi, W. I., & Agustiningrum, C. (2025). Livelihood Assets of Lantebung Mangrove Ecotourism Community. Jurnal Wasian, 10(02), 01–10. https://doi.org/10.62142/3w65rp54
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!