Gambar: sampul artikel, dari Wahyullah dan Samperuru (2026), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.
Tim peneliti dari Universitas Indonesia Timur dan Universitas Hasanuddin mencatat bahwa kestabilan aliran sungai di Sub-DAS Minraleng, yang berada di Kecamatan Cenrana, Camba, dan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, cenderung menurun. Sub-DAS seluas sekitar 29.400 hektare ini merupakan bagian hulu DAS Walanae, salah satu DAS prioritas nasional. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini membandingkan kondisi tutupan lahan tahun 2018 dan 2023 serta dampaknya terhadap produksi air dan kestabilan debit sungai.
Selama 2018–2023, lahan pertanian lahan kering campuran berkurang, sementara hutan lahan kering sekunder dan sawah bertambah. Meski hutan bertambah, simulasi model hidrologi menunjukkan bahwa kenaikan curah hujan tahunan diikuti oleh meningkatnya limpasan permukaan, debit rata-rata, dan debit maksimum. Sebaliknya, debit minimum turun cukup tajam. Artinya, kemampuan DAS menahan air pada musim kemarau melemah. Nilai Koefisien Rezim Sungai (RRC) juga meningkat, yang menandakan selisih debit antara musim hujan dan kemarau makin lebar. Hasil simulasi ini sejalan dengan keterangan warga dan petani yang diwawancarai di lokasi.
Bagi masyarakat sekitar hutan dan petani di hulu DAS Walanae, temuan ini penting karena air yang melimpah di musim hujan tidak lagi tersimpan baik untuk kebutuhan musim kemarau. Peneliti menyimpulkan bahwa stabilitas hidrologi Sub-DAS Minraleng cenderung menurun akibat perubahan penggunaan lahan dan peningkatan curah hujan, sehingga pengelolaan DAS yang lebih hati-hati menjadi semakin penting.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Impact of Land Use Change on Water Yield Using the SWAT Model in the Minraleng Sub-Watershed, Maros karya Wahyullah Wahyullah dan Yefane Samperuru, terbit di Jurnal Wasian Vol. 13 No. 01 (2026). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Wahyullah, W., & Samperuru, Y. (2026). Impact of Land Use Change on Water Yield Using the SWAT Model in the Minraleng Sub-Watershed, Maros. Jurnal Wasian, 13(01), 20–28. https://doi.org/10.62142/tjn33t18
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!