Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Mei 22, 2026 · Research · 1 min read
Petani Getah Pinus di Mamasa Terima Harga Rp10.000/kg, Industri Raup Untung Jauh Lebih Besar
1146 views
0 comments
0 likes

Petani Getah Pinus di Mamasa Terima Harga Rp10.000/kg, Industri Raup Untung Jauh Lebih Besar

Penelitian di Desa Sasakan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menemukan ketimpangan nilai dalam rantai pemasaran getah pinus. Petani menerima harga stabil Rp10.000/kg, sementara keuntungan terbesar dinikmati industri pengolahan.

Gambar: sampul artikel, dari Zakiyah dkk. (2026), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.

Tim peneliti dari Universitas Sulawesi Barat menemukan ketimpangan nilai yang tajam dalam rantai pemasaran getah pinus di Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Dalam penelitian yang diterbitkan di Jurnal Wasian itu, petani penyadap menerima harga Rp10.000 per kilogram, sementara industri pengolahan menikmati margin jauh lebih besar, terutama dari produk turunan turpentin.

Penelitian yang melibatkan 33 penyadap aktif ini mencatat tiga jalur pemasaran, dari petani ke mitra pengumpul hingga ke PT Kencana Hijau Bina Lestari di Kabupaten Polewali Mandar yang mengolah getah menjadi gondorukem dan turpentin. Margin di tingkat industri mencapai Rp13.000/kg untuk gondorukem dan Rp63.000/kg untuk turpentin. Keuntungan terbesar terkonsentrasi pada turpentin, yakni Rp60.288/kg, karena skala produksi, kapasitas pengolahan, dan akses pasar ekspor. Sementara itu, mitra pengumpul hanya memperoleh margin Rp2.000/kg.

Menurut penelitian ini, pola tersebut menunjukkan ketimpangan struktural dalam sistem pemasaran hasil hutan bukan kayu. Petani berada di posisi paling lemah meski berperan penting sebagai produsen. Tim peneliti menilai penguatan daya tawar petani, akses teknologi pengolahan, dan kemitraan pasar yang lebih adil diperlukan agar usaha getah pinus tetap menguntungkan dan hutan pinus terjaga dalam jangka panjang.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Unequal Value Capture in Non-TimberForest Product Chains with Evidence fromPine Resin Processing in Rural Indonesia karya Andi Mawaddah Zakiyah, Rini Pratiwi, Astina Astina dan Widyanti Utami A, terbit di Jurnal Wasian Vol. 13 No. 01 (2026). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Zakiyah, A. M., Pratiwi, R., Astina, A., & Utami A, W. (2026). Unequal Value Capture in Non-TimberForest Product Chains with Evidence fromPine Resin Processing in Rural Indonesia. Jurnal Wasian, 13(01), 12–19. https://doi.org/10.62142/h3q6w153

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark