Gambar: sampul artikel, dari Pardede dkk. (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.
Tim peneliti dari Universitas Lampung mencatat 35 spesies burung dari 19 keluarga dengan total 167 individu di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Wana Jaya, KPH Batutegi, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Wasian ini membandingkan tiga tipe tutupan lahan dalam satu bentang perbukitan: hutan, agroforestri berbasis kopi, dan kopi monokultur. Hasilnya, hutan memang menyimpan kekayaan burung tertinggi, tetapi kebun kopi campuran tetap menjadi tempat hidup yang berarti bagi banyak jenis burung.
Hutan mencatat 26 spesies burung, sementara kopi monokultur hanya 11 spesies. Nilai keragaman jenis di ketiga tipe lahan tergolong sedang, dengan hutan tertinggi (2,988), diikuti agroforestri kopi (2,648) dan kopi monokultur (2,035). Yang menarik, burung pemakan serangga mendominasi di semua tipe habitat. Menurut penelitian ini, hal itu menunjukkan ketahanan ekologis yang tidak terduga di lanskap hutan-kopi tropis. Dari seluruh jenis yang tercatat, 10 spesies dilindungi peraturan nasional dan tiga jenis masuk daftar CITES Appendix II.
Bagi masyarakat sekitar hutan, temuan ini memberi alasan kuat untuk mempertahankan pohon-pohon di kebun kopi. Agroforestri kopi tidak menggantikan hutan, tetapi dapat menjadi habitat penunjang bagi burung, termasuk jenis-jenis yang dilindungi. Peneliti juga mencatat bahwa tutupan hutan di HKm Wana Jaya tidak rapat akibat kegiatan penyadapan getah dan pembukaan lahan untuk kopi monokultur.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Insectivorous Birds Dominate Across Land-Use Gradient Revealing Unexpected Ecological Resilience in Tropical Forest-Coffee Landscapes karya Lusiana Pardede, Dian Iswandaru, Yulia Rahma Fitriana, Arief Darmawan, Hari Kaskoyo, Christine Wulandari, Rahmat Safe'I, Susni Herwanti, Novriyanti Novriyanti, Indra Gumay Febryano dan lusiana pardede, terbit di Jurnal Wasian Vol. 12 No. 01 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Pardede, L., Iswandaru, D., Rahma Fitriana, Y., Darmawan, A., Kaskoyo, H., Wulandari, C., Safe'I, R., Herwanti, S., Novriyanti, N., Gumay Febryano, I., & pardede, L. (2025). Insectivorous Birds Dominate Across Land-Use Gradient Revealing Unexpected Ecological Resilience in Tropical Forest-Coffee Landscapes. Jurnal Wasian, 12(01), 22–34. https://doi.org/10.62142/5vf89h84
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!