Gambar: sampul artikel, dari Diah dan Julianus (2015), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado mencatat sedikitnya 45 jenis tumbuhan di hutan pesisir Cagar Alam Tangkoko yang dimanfaatkan masyarakat Desa Batu Putih untuk pengobatan tradisional. Penelitian yang dilakukan Diah Irawati Dwi Arini dan Julianus Kinho ini bertujuan mengetahui potensi keragaman tumbuhan obat di kawasan tersebut, dan hasilnya diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2015.
Keempat puluh lima jenis itu tergolong dalam 31 famili. Famili Euphorbiaceae paling banyak anggotanya, yakni enam jenis. Berdasarkan bentuk tumbuhnya, 25 jenis berupa pohon, 10 jenis perdu, 7 jenis herba, dan 3 jenis liana atau tumbuhan merambat. Beberapa jenis yang sering dipakai antara lain Epipremium elegans Engl untuk luka, Canarium asperum Benth untuk radang telinga, Adenostema sp. untuk sariawan, serta Arenga pinnata Wurmb Merr dan Calophyllum inophyllum L. untuk keluhan ginjal. Ada pula Etlingera rosea BLBurtt & RMSm. yang dipakai sebagai jamu untuk perawatan setelah melahirkan.
Bagi masyarakat sekitar hutan, temuan ini menegaskan bahwa hutan pesisir bukan sekadar bentang alam, tetapi juga sumber bahan pengobatan yang diwariskan turun-temurun. Penelitian ini mencatat pengetahuan warga Desa Batu Putih sebagai dasar untuk mendata tumbuhan obat di kawasan konservasi.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Diversity of Medicinal Plants on Coastal Forest in Tangkoko Natural Reserve karya Diah Irawati Dwi Arini Diah dan Julianus Kinho Julianus, terbit di Jurnal Wasian Vol. 2 No. 1 (2015). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Diah, D. I. D. A., & Julianus, J. K. (2015). Diversity of Medicinal Plants on Coastal Forest in Tangkoko Natural Reserve. Jurnal Wasian, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.62142/r15byt22
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!