Gambar: sampul artikel, dari Rubangi dkk. (2021), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Pranajiwa (Euchresta horsfieldii) merupakan tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat Bali, terutama oleh para balian atau penyembuh tradisional. Tim peneliti dari Pusat Riset Masyarakat dan Budaya serta Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan BRIN meneliti pemanfaatan dan upaya pelestarian tanaman ini di masyarakat sekitar Bedugul, Bali. Hasilnya diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2021.
Penelitian ini menemukan bahwa pranajiwa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit, baik oleh balian maupun masyarakat umum. Namun, takaran penggunaannya sangat beragam karena tidak ada dosis standar. Meski begitu, pemanenan dilakukan dengan memegang prinsip keberlanjutan sesuai filosofi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Pemanenan umumnya untuk kebutuhan sendiri. Meskipun ada jual beli, tim peneliti mencatat hal itu belum menyebabkan eksploitasi berlebihan.
Upaya konservasi juga dilakukan masyarakat, terutama para balian, dengan mencoba membudidayakan pranajiwa meski masih gagal. Selain itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menjaga habitat tanaman ini di kawasan hutan. Bagi masyarakat sekitar hutan, temuan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi benteng pelestarian tanaman obat yang selama ini diambil langsung dari alam.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Preservation Efforts of Pranajiwa (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) Based on Tri Hita Karana by Balinese Community karya Rubangi Al Hasan Rubangi, Krisnawati Krisnawati Krisnawati dan Anita AD Rahayu Anita, terbit di Jurnal Wasian Vol. 9 No. 1 (2021). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Rubangi, R. A. H., Krisnawati, K. K., & Anita, A. A. R. (2021). Preservation Efforts of Pranajiwa (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) Based on Tri Hita Karana by Balinese Community. Jurnal Wasian, 9(1), 48–62. https://doi.org/10.62142/mcxb2952
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!