Gambar: sampul artikel, dari Mashudi (2015), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta menguji pertumbuhan lima provenan pulai gading (Alstonia scholaris) pada umur 6 bulan di Sumber Klampok, Bali. Hasilnya, provenan Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Timor (Nusa Tenggara Timur) menunjukkan tingkat hidup, tinggi, dan diameter batang paling baik dibanding provenan Jayapura (Papua) dan Solok (Sumatera Barat). Penelitian ini penting karena pulai gading merupakan jenis asli Indonesia yang cepat tumbuh dan berpotensi untuk hutan tanaman.
Pengujian menggunakan materi genetik dari 46 pohon induk, dengan empat bibit dari setiap pohon induk dan enam ulangan. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2015 ini, perbedaan asal bibit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman muda. Kayu pulai gading sendiri biasa dipakai untuk bahan kotak, korek api, hak sepatu, kerajinan topeng dan wayang, papan pensil, serta pulp.
Bagi masyarakat sekitar hutan dan pengelola hutan tanaman, hasil ini memberi petunjuk awal bahwa bibit dari Bali, Lombok, dan NTT layak dipertimbangkan untuk penanaman pulai gading. Namun, penelitian ini baru mengamati tanaman pada umur 6 bulan, sehingga daya adaptasi jangka panjang kelima provenan masih perlu diuji lebih lanjut.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Growth of 5 Provenances at 6 Months Old Alstonia Scholaris in Sumber Klampok, Bali (Pertumbuhan Lima Provenan Pulai Gading (Alstonia Scholaris) Umur 6 Bulan di Sumber Klampok, Bali) karya Mashudi Mashudi, terbit di Jurnal Wasian Vol. 2 No. 2 (2015). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Mashudi, M. (2015). Growth of 5 Provenances at 6 Months Old Alstonia Scholaris in Sumber Klampok, Bali (Pertumbuhan Lima Provenan Pulai Gading (Alstonia Scholaris) Umur 6 Bulan di Sumber Klampok, Bali). Jurnal Wasian, 2(2), 67–72. https://doi.org/10.62142/wym92p60
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!