Gambar: sampul artikel, dari irawan dan Hidayah (2016), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado mencatat pertumbuhan jabon merah (red jabon) pada umur satu tahun tidak berbeda antara Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan di Desa Talawaan, Minahasa Utara, dan Desa Nunuka, Bolaang Mongondow Utara. Jabon merah merupakan jenis prioritas yang diproyeksikan untuk dikembangkan di hutan tanaman rakyat di Minahasa Utara.
Di Minahasa Utara, tinggi rata-rata jabon merah mencapai 215,84 cm dengan diameter 4,34 cm. Sementara di Bolaang Mongondow Utara, tinggi rata-ratanya 231,79 cm dan diameternya 4,14 cm. Menurut penelitian ini, jabon merah mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Habitat alaminya di Sulawesi Utara diketahui berada di Bolaang Mongondow Utara.
Hasil ini penting bagi pengembangan hutan tanaman di Minahasa Utara. Tim peneliti menilai kondisi lingkungan di daerah itu sangat cocok untuk pertumbuhan jabon merah, sehingga upaya pengembangannya perlu ditingkatkan. Bagi masyarakat dan petani hutan, jabon merah dapat menjadi pilihan jenis tanam yang tumbuh baik di kedua lokasi.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Growth Comparison of Red Jabon in North Bolaang Mongondow and North Minahasa karya Arif Irawan irawan dan Hanif Nurul Hidayah Hidayah, terbit di Jurnal Wasian Vol. 3 No. 1 (2016). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
irawan, A. I., & Hidayah, H. N. H. (2016). Growth Comparison of Red Jabon in North Bolaang Mongondow and North Minahasa. Jurnal Wasian, 3(1), 39–44. https://doi.org/10.62142/yzvp9n82
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!