Gambar: sampul artikel, dari Wahyuni dan Hendra (2016), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado mencatat 78 jenis pohon di kawasan Hutan Produksi Inobonto Poigar I, yang termasuk dalam Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Poigar, Sulawesi Utara. Penelitian yang dilakukan pada September 2014 ini menyimpulkan bahwa kawasan tersebut merupakan hutan sekunder, bukan hutan primer. Hasilnya diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2016.
Pada tingkat pohon dan tiang, jenis yang paling mendominasi adalah Trema orientalis. Sementara pada tingkat pancang, Piper sp. lebih banyak ditemukan. Keragaman jenis pada tingkat pancang juga tercatat lebih tinggi dibandingkan tingkat pohon dan tiang. Luas bidang dasar hutan rata-rata 16,77 m2/ha, dan sebaran ukuran pohonnya berbeda dari hutan primer.
Bagi masyarakat sekitar hutan dan pengelola KPH, temuan ini penting sebagai dasar upaya pemulihan ekologi. Menurut penelitian ini, pemahaman tentang susunan dan keragaman vegetasi membantu perencanaan restorasi kawasan hutan yang telah lama dieksploitasi.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Structure, Composition and Diversity of Tree Species at Inobonto Poigar I Production Forest, Forest Management Unit of Poigar, North Sulawesi karya Nurlita Indah Wahyuni Wahyuni dan Hendra Susanto Mokodompit Hendra, terbit di Jurnal Wasian Vol. 3 No. 1 (2016). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Wahyuni, N. I. W., & Hendra, H. S. M. (2016). Structure, Composition and Diversity of Tree Species at Inobonto Poigar I Production Forest, Forest Management Unit of Poigar, North Sulawesi. Jurnal Wasian, 3(1), 45–50. https://doi.org/10.62142/985gad82
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!