Gambar: sampul artikel, dari Suryawan dkk. (2016), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado meneliti cara memperbanyak keben (Barringtonia asiatica), tanaman pantai yang berperan melindungi wilayah pesisir. Penelitian ini penting karena sekitar 14.805,14 hektare ekosistem pantai di Sulawesi Utara tercatat rusak, sementara teknik perbanyakan keben belum banyak dipelajari.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian tahun 2016, tim menguji potongan akar dan batang (stump) dengan berbagai ukuran. Hasilnya, kombinasi panjang akar 10 cm dan batang 5 cm memberi hasil terbaik: tingkat hidup 93%, tinggi 10,3 cm, diameter 1,08 cm, nilai kekokohan 2,03, dan indeks mutu bibit 1,35. Panjang akar dan batang secara nyata memengaruhi tinggi serta kekokohan bibit.
Meski demikian, tim peneliti mencatat bahwa tinggi bibit pada umur 10 minggu belum memenuhi syarat untuk rehabilitasi lahan sesuai aturan yang berlaku. Temuan ini tetap berguna sebagai dasar pengembangan perbanyakan keben, tanaman yang berperan menahan abrasi dan angin di kawasan pantai.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Survival Rate, Growth and Seedling Quality Index of Baringtonia Asiatica Kurz Stump Due to Length Variation of Stems and Roots karya Ady Suryawan Suryawan, Margaretta Christita Margaretta dan Endro Subiandono Endro, terbit di Jurnal Wasian Vol. 3 No. 2 (2016). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Suryawan, A. S., Margaretta, M. C., & Endro, E. S. (2016). Survival Rate, Growth and Seedling Quality Index of Baringtonia Asiatica Kurz Stump Due to Length Variation of Stems and Roots. Jurnal Wasian, 3(2), 97–104. https://doi.org/10.62142/yxeb4r20
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!