Gambar: sampul artikel, dari Supratman dkk. (2015), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Hutan mangrove Tiwoho di pesisir utara Sulawesi Utara berperan sebagai penyangga kehidupan masyarakat sekaligus penopang kelestarian Taman Nasional Bunaken. Tim peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado mencatat bahwa pada tingkat pohon, jenis Sonneratia alba memiliki nilai kepentingan tertinggi, yaitu 206,88 persen, disusul Bruguiera sp. sebesar 46,06 persen. Hasil ini dilaporkan dalam Jurnal Wasian tahun 2015.
Meski nilai Rhizophora apiculata lebih rendah daripada Bruguiera sp., frekuensi kemunculan kedua jenis itu hampir sama. Artinya, keduanya sering ditemukan di petak pengamatan. Rhizophora apiculata justru mendominasi pada tingkat pancang dan semai, walau frekuensinya pada tingkat pancang masih lebih rendah dibanding Bruguiera sp.
Bagi masyarakat sekitar, susunan jenis mangrove seperti ini menentukan kerapatan tegakan yang menahan gelombang dan abrasi di pesisir Tiwoho. Penelitian ini menegaskan bahwa jenis-jenis mangrove di kawasan tersebut tidak tersebar merata, sehingga pemantauan kondisi tegakan perlu mempertimbangkan perbedaan jenis pada tiap tingkat pertumbuhan.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Composition and Structure of Tiwoho Mangrove Vegetation at Bunaken National Parkional Park (Komposisi Dan Struktur Vegetasi Mangrove Tiwoho di Kawasan Taman Nasional Bunaken) karya Supratman Tabba Supratman, Nurlita Indah Wahyuni Nurlita dan Hendra Susanto Mokodompit Hendra, terbit di Jurnal Wasian Vol. 2 No. 2 (2015). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Supratman, S. T., Nurlita, N. I. W., & Hendra, H. S. M. (2015). Composition and Structure of Tiwoho Mangrove Vegetation at Bunaken National Parkional Park (Komposisi Dan Struktur Vegetasi Mangrove Tiwoho di Kawasan Taman Nasional Bunaken). Jurnal Wasian, 2(2), 95–103. https://doi.org/10.62142/n8859p33
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!