Gambar: sampul artikel, dari Vina dkk. (2017), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Luas hutan mangrove di Hutan Lindung Pantai Air Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menyusut 10,72 persen selama 12 tahun. Tim peneliti dari Universitas Sriwijaya yang terdiri dari Vina Fitriana, Rujito Agus Suwignyo, dan Siti Fauziyah mencatat luas mangrove pada 2000 mencapai 7.968,54 hektare, lalu turun menjadi 7.147,12 hektare pada 2012. Temuan ini dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2017.
Penelitian menggunakan citra Landsat 7 tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012 untuk memantau perubahan tutupan mangrove. Hasilnya, mangrove berkerapatan tinggi masih mendominasi kawasan tersebut, tetapi luasnya terus berkurang. Sebaliknya, mangrove dengan kerapatan sedang justru bertambah. Artinya, penyusutan tidak hanya soal berkurangnya luas, tetapi juga perubahan kualitas tegakan di sebagian kawasan.
Bagi masyarakat sekitar hutan dan pemerintah daerah, data ini menunjukkan pentingnya pemantauan berkala terhadap hutan lindung pesisir. Mangrove di Pantai Air Telang berperan menahan abrasi, menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan dan kepiting, serta menopang penghidupan warga pesisir Banyuasin. Penelitian ini mencatat bahwa pemantauan berbasis citra satelit dapat membantu melihat arah perubahan kawasan dari waktu ke waktu.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Changes in Vast Mangrove Area of Pantai Air Telang Protected Forest Banyuasin District using Landsat Imagery Data Time Series karya Vina Fitriana Vina, Rujito Agus Suwignyo Rujito dan Siti Fauziyah Siti, terbit di Jurnal Wasian Vol. 4 No. 2 (2017). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Vina, V. F., Rujito, R. A. S., & Siti, S. F. (2017). The Changes in Vast Mangrove Area of Pantai Air Telang Protected Forest Banyuasin District using Landsat Imagery Data Time Series. Jurnal Wasian, 4(2), 109–118. https://doi.org/10.62142/6qb11r81
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!