Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Jun 12, 2025 · Research · 1 min read
Penyuluh Kehutanan di Maros Dinilai Berhasil Tingkatkan Pengetahuan Petani Hutan
1082 views
0 comments
0 likes

Penyuluh Kehutanan di Maros Dinilai Berhasil Tingkatkan Pengetahuan Petani Hutan

Penelitian di enam desa Kabupaten Maros menemukan enam peran penyuluh kehutanan yang signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani hutan, sementara tiga peran lain belum berdampak.

Gambar: sampul artikel, dari Imran dkk. (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.

Tim peneliti dari Universitas Muslim Maros menilai kinerja penyuluh kehutanan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini melibatkan 57 responden dari enam desa, yaitu Bonto Somba, Bonto Manurung, Bonto Matinggi, Bonto Manai, Tompobulu, dan Pucak. Tujuannya melihat sejauh mana penyuluh membantu kelompok tani hutan mengelola dan memanfaatkan hasil hutan.

Hasilnya, ada enam peran penyuluh yang dinilai signifikan menambah pengetahuan dan keterampilan petani hutan. Penyuluh membantu kelompok tani menyusun peta pemanfaatan hasil hutan, menyiapkan rencana kerja tahunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menyebarkan informasi teknologi hasil hutan, menumbuhkan kemandirian kelompok, serta meningkatkan produksi komoditas unggulan. Namun, tiga peran lain belum menunjukkan pengaruh signifikan, yakni memfasilitasi kemitraan usaha antara kelompok tani, pengusaha, dan pemerintah; membantu akses modal usaha ke lembaga keuangan, bank, dan pemerintah; serta memfasilitasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani.

Bagi masyarakat sekitar hutan di Maros, temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan penyuluh paling terasa pada hal-hal teknis di lapangan, seperti perencanaan kerja dan peningkatan produksi. Sementara itu, dukungan modal dan kemitraan usaha masih perlu diperkuat agar manfaat hutan dapat lebih dirasakan petani. Penelitian ini mencatat bahwa kinerja penyuluh kehutanan menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan di Indonesia.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Forestry Extension Performance in Enhancing Forest Farmer Knowledge and Skills: A Case Study in Tompobulu, Maros Regency karya Andi Nur Imran, Andi Khairil A.Samsu dan Muliana Muliana Djafar, terbit di Jurnal Wasian Vol. 11 No. 1 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Imran, A. N., A.Samsu, A. K., & Muliana Djafar, M. (2025). Forestry Extension Performance in Enhancing Forest Farmer Knowledge and Skills: A Case Study in Tompobulu, Maros Regency. Jurnal Wasian, 11(1), 27–38. https://doi.org/10.62142/yh5d8v03

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark