Gambar: sampul artikel, dari Tiga dkk. (2024), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.
Agroforestri menjadi tulang punggung penghidupan anggota Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bu'u Bei di Desa Tina Bani, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Tim peneliti dari Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana mencatat bahwa pada 2023 agroforestri menyumbang 98,87% dari total pendapatan rumah tangga anggota HKm. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini melibatkan seluruh 47 rumah tangga anggota HKm yang mengelola lahan seluas 90 hektare di kawasan hutan produksi.
Warga menerapkan sistem agrisilvikultur, yakni menanam pohon hutan bercampur tanaman pangan dan perkebunan dengan pola tanam campuran acak yang diwarisi secara turun-temurun. Tanaman perkebunan seperti kopi arabika (Coffea arabica), kopi robusta (Coffea canephora), cengkih (Syzygium aromaticum), vanila (Vanilla planifolia), kemiri (Aleurites moluccana), dan kakao (Theobroma cacao) menjadi sumber penghasilan utama karena dijual dalam jumlah besar. Sementara itu, hasil tanaman pangan seperti singkong, talas, pisang, dan pepaya lebih banyak dikonsumsi sendiri, dan pohon seperti mahoni (Swietenia macrophylla) serta sengon (Albizia chinensis) dimanfaatkan sebagai peneduh dan bahan bangunan rumah.
Meski demikian, penelitian ini mencatat kendala infrastruktur. Jalan yang rusak parah membuat perjalanan dari permukiman warga ke Pasar Ende sejauh 27 kilometer memakan waktu 2–3 jam, sehingga biaya transportasi menjadi pengeluaran terbesar dalam pengelolaan agroforestri. Kondisi ini membatasi akses pasar dan menekan potensi ekonomi sistem agroforestri. Tim peneliti menilai perlu pendekatan pengelolaan lahan terpadu yang membenahi infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan agroforestri, sebagai rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan pembangunan pedesaan.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Assessing Agroforestry Impact on Household Income: A Study of the Bu’u Bei Community Forest (HKm) in Tina Bani Village, Ende, Indonesia karya Elfrida Kastila Ine Tiga, Lusia Sulo Marimpan, Astin Elise Mau dan Nixon Rammang, terbit di Jurnal Wasian Vol. 11 No. 2 (2024). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Tiga, E. K. I., Marimpan, L. S., Mau, A. E., & Rammang, N. (2024). Assessing Agroforestry Impact on Household Income: A Study of the Bu’u Bei Community Forest (HKm) in Tina Bani Village, Ende, Indonesia. Jurnal Wasian, 11(2), 39–47. https://doi.org/10.62142/5jw1by08
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!