Gambar: sampul artikel, dari Aditya dan Geraldine (2016), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestri menemukan bahwa jarak tanam dan pemberian urine kambing memengaruhi pertumbuhan awal manglid (Magnolia champaca). Hingga umur 19 bulan, perlakuan terbaik adalah jarak tanam 2 x 2 meter dengan urine kambing sebanyak 240 ml per tanaman. Perlakuan itu menghasilkan tinggi 191,5 cm dan diameter 3,83 cm. Penelitian ini penting karena manglid merupakan komoditas unggulan di Jawa Barat yang produktivitasnya dapat ditingkatkan melalui pengaturan lingkungan tumbuh.
Penelitian membandingkan tiga jarak tanam, yaitu 3 x 3 meter, 2 x 3 meter, dan 2 x 2 meter. Selain itu diuji tiga dosis urine kambing: tanpa pemberian, 240 ml, dan 480 ml per tanaman. Dari ketiga jarak tanam dan dosis tersebut, kombinasi jarak 2 x 2 meter dengan 240 ml urine kambing memberi hasil pertumbuhan terbaik sampai umur 19 bulan. Menurut penelitian ini, urine kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk daun untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Bagi petani hutan dan masyarakat sekitar hutan, hasil ini memberi gambaran sederhana: mengatur jarak tanam dan memanfaatkan urine kambing dapat menjadi cara merawat manglid di awal pertumbuhannya. Namun penelitian ini hanya mengamati pertumbuhan sampai umur 19 bulan, sehingga hasilnya belum menggambarkan pertumbuhan pada umur yang lebih panjang.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Effect of Three Spacing and Goat Urine Application on Early Growth of Manglid karya Aditya Hani Aditya dan Levina Pieter Geraldine Geraldine, terbit di Jurnal Wasian Vol. 3 No. 2 (2016). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Aditya, A. H., & Geraldine, L. P. G. (2016). The Effect of Three Spacing and Goat Urine Application on Early Growth of Manglid. Jurnal Wasian, 3(2), 51–58. https://doi.org/10.62142/2sgd4t90
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!