Gambar: sampul artikel, dari Aditya dkk. (2018), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestri mencatat potensi bambu di Desa Sukaharja, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencapai 765 batang per hektare. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2018 ini menemukan bahwa bambu di desa tersebut tetap lestari karena dikelola dengan pola agroforestri, yaitu ditanam bersama tanaman lain di lahan yang sama.
Dari jumlah itu, sekitar 53 persen merupakan bambu muda dan 47 persen bambu tua. Jenis yang mendominasi adalah bambu apus (Gigantochloa apus) dengan proporsi mencapai 92 persen. Masyarakat Sukaharja merasakan manfaat ekonomi dari bambu, sehingga tanaman ini tidak ditebang habis atau diganti dengan komoditas lain. Pola tanam yang diterapkan warga mencakup bambu yang dipadukan dengan tanaman kayu, hasil hutan bukan kayu, tanaman perkebunan, dan tanaman hortikultura.
Menurut penelitian ini, pengelolaan bambu di Sukaharja bisa menjadi contoh bagi petani bambu di daerah lain. Selama ini bambu sering dianggap bernilai ekonomi rendah dan banyak tanaman bambu di masyarakat dibuang atau diganti dengan komoditas lain. Padahal, dengan pola agroforestri, bambu dapat terus dipanen tanpa menghilangkan fungsinya bagi lahan dan penghidupan warga.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Potency and Agroforestry Patterns that Support Bamboo Sustainability in Sukaharja Village, Ciamis District karya Aditya Hani Aditya, Eva Fauziyah Fauziyah, Tri Sulistyawati Widyaningsih Widyaningsih dan Devy Priambodo Kuswantoro Devy, terbit di Jurnal Wasian Vol. 5 No. 2 (2018). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Aditya, A. H., Fauziyah, E. F., Widyaningsih, T. S. W., & Devy, D. P. K. (2018). Potency and Agroforestry Patterns that Support Bamboo Sustainability in Sukaharja Village, Ciamis District. Jurnal Wasian, 5(2), 115–125. https://doi.org/10.62142/sn6y5674
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!