Gambar: sampul artikel, dari Suryanto dan Mangopang (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan dan Kehutanan Makassar meneliti tanaman penghasil nektar sebagai pakan kupu-kupu dewasa di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan karena populasi kupu-kupu di kawasan tersebut terus menurun akibat tekanan masyarakat dan kerusakan habitat. Hasilnya menunjukkan bahwa menanam mali-mali dan dao pada lahan terdegradasi dapat menjadi salah satu upaya rehabilitasi habitat kupu-kupu.
Penelitian mencatat keluarga kupu-kupu Nymphalidae memiliki indeks keanekaragaman jenis tertinggi, sedangkan Nymphalidae dan Papilionidae memiliki indeks kekayaan jenis tertinggi. Semua keluarga kupu-kupu yang ditemukan memiliki indeks dominansi dan kemerataan jenis yang rendah. Dari segi ukuran, Nymphalidae dan Papilionidae merupakan keluarga dengan jenis kupu-kupu terbesar yang ditemukan. Untuk penanaman, pemberian pupuk pada lubang tanam menunjukkan hasil terbaik, yaitu 600 gram per lubang untuk mali-mali dan 900 gram per lubang untuk dao.
Temuan ini penting bagi pengelolaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang dikenal dengan ekosistem karst dan keanekaragaman flora-faunanya. Dengan mengetahui jenis tanaman pakan dan cara penanamannya, upaya rehabilitasi lahan terdegradasi di kawasan tersebut dapat lebih terarah sehingga populasi kupu-kupu tetap terjaga.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Planting of Nectar Plants as Feed of Butterflies Imago in Bantimurung Bulusaraung National Park karya Heri Suryanto dan Albert Donatus Mangopang, terbit di Jurnal Wasian Vol. 10 No. 02 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Suryanto, H., & Mangopang, A. D. (2025). Planting of Nectar Plants as Feed of Butterflies Imago in Bantimurung Bulusaraung National Park. Jurnal Wasian, 10(02), 11–17. https://doi.org/10.62142/g2s0xx92
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!