Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Des 05, 2025 · Research · 1 min read
Strategi Warga Kelola Wisata Mangrove di Balang Baru, Jeneponto
1031 views
0 comments
0 likes

Strategi Warga Kelola Wisata Mangrove di Balang Baru, Jeneponto

Peneliti dari Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Muhammadiyah Makassar merumuskan sepuluh langkah memperkuat wisata mangrove di Desa Balang Baru, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Gambar: sampul artikel, dari Rahim Sila dkk. (2025), Jurnal Wasian, lisensi CC BY 4.0.

Tim peneliti dari Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Muhammadiyah Makassar merumuskan sepuluh langkah untuk memperkuat pengelolaan wisata hutan bakau di Desa Balang Baru, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kawasan yang dikenal sebagai Mangrove Idaman ini dikelola desa sejak 2018 dan menjadi salah satu tujuan wisata khas Jeneponto. Hasil penelitian dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2025.

Dari 20 hektare hutan bakau di desa itu, sekitar 2 hektare dijadikan zona wisata. Warga sekitar masih menggantungkan hidup pada menangkap ikan, udang, dan kepiting di kawasan bakau, serta membudidayakan rumput laut. Namun, kawasan ini pernah terdegradasi karena sebagian bakau dialihfungsikan menjadi tambak. Peneliti mencatat sepuluh langkah pengelolaan, antara lain memanfaatkan zona di luar wisata untuk rehabilitasi, membangun taman edukasi bakau, membuat situs wisata resmi, membenahi fasilitas, dan memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan.

Peneliti juga menyoroti lemahnya koordinasi dan minimnya sosialisasi pengelolaan. Kawasan wisata kadang dipakai pihak luar tanpa izin, dan popularitasnya menurun karena kalah bersaing dengan destinasi baru. Menurut penelitian ini, penanaman bakau seluas sekitar 10 hektare pernah dilakukan bersama BPDASHL Jeneberang Saddang pada 2020, tetapi tanpa pemantauan setelah tanam sehingga hasilnya terbatas. Karena itu, rehabilitasi berbasis warga di luar zona wisata dinilai perlu dilanjutkan. Jenis bakau yang dominan di lokasi adalah Rhizophora mucronata dan Avicennia marina.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Community-based Strategies for Optimising Mangrove Forest Tourism Management in Balang Baru Village, Jeneponto Regency karya Sri Arfiani Rahim Sila, Andi Ridha Yayank, Hasanuddin Molo dan Sri Arfiani Rahim Sila, terbit di Jurnal Wasian Vol. 12 No. 02 (2025). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Rahim Sila, S. A., Yayank, A. R., Molo, H., & Rahim Sila, S. A. (2025). Community-based Strategies for Optimising Mangrove Forest Tourism Management in Balang Baru Village, Jeneponto Regency. Jurnal Wasian, 12(02), 63–68. https://doi.org/10.62142/45mbwp68

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark