Gambar: sampul artikel, dari Siarudin dan Yonky (2017), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Ciamis mengukur simpanan karbon pada sistem agroforestri berbasis gmelina (Gmelina arborea) di hutan rakyat Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Banjar, Provinsi Jawa Barat. Pengamatan dilakukan pada 17 petak selama Maret hingga Oktober 2014. Hasilnya, rata-rata simpanan karbon pada tegakan agroforestri gmelina mencapai 170 ton per hektare, terdiri atas 64 ton per hektare di atas permukaan tanah dan 106 ton per hektare di bawah permukaan tanah.
Penelitian ini juga menghitung bagaimana simpanan karbon berubah menurut waktu panen. Bila pohon dipanen pada umur biologis 8 tahun, karbon maksimum saat panen sekitar 15 ton per hektare, dengan rata-rata 7 ton per hektare per tahun. Bila panen ditunda sampai diameter batang 15 cm atau sekitar 14 tahun, karbon maksimum naik menjadi 23 ton per hektare dan rata-ratanya 12 ton per hektare per tahun. Panen pada diameter 20 cm atau sekitar 24 tahun menghasilkan karbon maksimum 28 ton per hektare dengan rata-rata 18 ton per hektare per tahun.
Bagi masyarakat sekitar hutan, temuan ini menunjukkan bahwa hutan rakyat berbasis gmelina bukan hanya sumber kayu, tetapi juga penyimpan karbon. Menunda penebangan hingga diameter tertentu menambah karbon yang tersimpan, meski berarti masa tunggu petani menjadi lebih panjang. Penelitian ini mencatat bahwa perhitungannya didasarkan pada skenario rotasi panen, sehingga angka di lapangan dapat berbeda sesuai kondisi tegakan.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Carbon Stock Dinamics of Gmelina (Gmellina arborea Roxb.) based Agroforestry in Private Forest, Tasikmalaya and Banjar District, West Java karya Mohamad Siarudin Siarudin dan Yonky Indrajaya Yonky, terbit di Jurnal Wasian Vol. 4 No. 1 (2017). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Siarudin, M. S., & Yonky, Y. I. (2017). Carbon Stock Dinamics of Gmelina (Gmellina arborea Roxb.) based Agroforestry in Private Forest, Tasikmalaya and Banjar District, West Java. Jurnal Wasian, 4(1), 37–46. https://doi.org/10.62142/zsaaqm75
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!