Gambar: sampul artikel, dari Liliek dkk. (2015), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan menguji pertumbuhan nyawai (Ficus variegata) di Mangunan, Bantul, Yogyakarta. Uji keturunan yang ditanam pada 2015 ini melibatkan dua kelompok asal benih, yaitu subline Lombok dengan 17 keluarga dan subline Cilacap-Pangandaran dengan 19 keluarga. Penelitian bertujuan melihat variasi pertumbuhan dan parameter genetik pada usia dua tahun setelah tanam.
Hasilnya, tingkat hidup tanaman berkisar antara 89,01% hingga 91,42%. Perbedaan antar keluarga berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi dan diameter batang pada kedua subline. Keragaman genetik untuk tinggi dan diameter tergolong sedang, dengan nilai koefisien variasi genetik antara 4,41% hingga 9,04%. Sementara itu, nilai heritabilitas individu untuk tinggi berkisar 0,15 sampai 0,22, dan untuk diameter 0,09 sampai 0,18. Heritabilitas keluarga untuk tinggi antara 0,49 hingga 0,60, sedangkan diameter antara 0,29 hingga 0,66.
Bagi masyarakat sekitar hutan, nyawai dikenal sebagai pohon serbaguna yang kayunya sering dimanfaatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan benih dari keluarga tertentu dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman di lapangan. Namun, penelitian ini baru mengamati tanaman pada usia dua tahun, sehingga penilaian sifat pertumbuhan perlu dilanjutkan hingga usia tegakan lebih lanjut.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Genetic Variation in Growth Traits of Two Years Old Ficus variegata Blume karya Liliek Haryjanto Liliek, Prastyono Prastyono dan Charomaini Z Charomaini, terbit di Jurnal Wasian Vol. 2 No. 1 (2015). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Liliek, L. H., Prastyono, P., & Charomaini, C. Z. (2015). Genetic Variation in Growth Traits of Two Years Old Ficus variegata Blume. Jurnal Wasian, 2(1), 47–54. https://doi.org/10.62142/89h15g18
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!