Gambar: sampul artikel, dari Mashudi dan Adinugraha (2014), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta menguji keturunan pulai darat (Alstonia angustiloba Miq.) di Wonogiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui persen hidup, tinggi tanaman, dan diameter batang pada umur 2 tahun, sebagai langkah mendukung penyediaan sumber benih unggul. Hasilnya dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2014.
Pada umur 2 tahun, tanaman uji keturunan pulai darat di Wonogiri memiliki persen hidup 82,07 persen, tinggi rata-rata 2,43 meter, dan diameter batang rata-rata 2,85 sentimeter. Uji ini melibatkan empat tempat asal populasi, yaitu Carita (Banten), Pendopo (Muara Enim), Lubuk Linggau (Musi Rawas), dan Solok (Sumatera Barat), serta 43 pohon induk.
Bagi masyarakat sekitar hutan, pulai darat dikenal sebagai jenis penghasil kayu yang tumbuh cepat. Penelitian semacam ini penting untuk memastikan bibit yang ditanam berasal dari pohon induk terpilih, sehingga hasil hutan bisa lebih terjamin. Namun, penelitian ini baru mengamati tanaman pada umur 2 tahun, sehingga penilaian mutu genetik masih memerlukan pengamatan lanjutan.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah UJI KETURUNAN PULAI DARAT (Alstonia angustiloba Miq.) UNTUK MENDUKUNG PENYEDIAAN SUMBER BENIH UNGGUL karya Mashudi Mashudi dan Hamdan Adma Adinugraha, terbit di Jurnal Wasian Vol. 1 No. 1 (2014). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Mashudi, M., & Adinugraha, H. A. (2014). UJI KETURUNAN PULAI DARAT (Alstonia angustiloba Miq.) UNTUK MENDUKUNG PENYEDIAAN SUMBER BENIH UNGGUL. Jurnal Wasian, 1(1), 23–27. https://doi.org/10.62142/6ap6fx98
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!