Gambar: sampul artikel, dari Hamdan dkk. (2021), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan menguji perbanyakan vegetatif nyamplung (Calophyllum inophyllum) asal Provenance Seed Stand di Wonogiri, Jawa Tengah. Nyamplung dikenal sebagai sumber minyak untuk biofuel, kosmetik, dan obat. Selama ini perbanyakannya dilakukan secara generatif, padahal untuk mempertahankan potensi genetik pohon induk terpilih diperlukan teknik perbanyakan vegetatif. Penelitian ini menguji respons pertumbuhan 22 klon terpilih yang diperbanyak dengan metode sambung pucuk.
Hasil penelitian menunjukkan persentase hidup bibit sambung pucuk pada umur 2 bulan berkisar antara 15 sampai 100 persen. Angka itu menunjukkan variasi yang cukup tinggi di antara klon-klon terpilih. Menurut penelitian ini, peningkatan keberhasilan teknik sambung pucuk pada klon nyamplung masih perlu dilakukan agar dapat menyediakan bahan vegetatif untuk pengujian klon dan penanaman operasional.
Bagi masyarakat dan pengelola hutan, keberhasilan perbanyakan vegetatif nyamplung penting untuk menghasilkan tegakan dengan produktivitas buah dan rendemen minyak yang tinggi. Dengan begitu, pohon induk unggul dapat diperbanyak tanpa kehilangan sifat genetiknya, sehingga mendukung pengembangan nyamplung sebagai sumber energi dan bahan baku industri.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Growth of Calophyllum Inophyllum Scions Taken from Provenance Seed Stand in Wonogiri, Central Java karya Hamdan Adma Adinugraha Hamdan, Erytrina Windyarini Erytrina, Trie Maria Hasnah Trie, Arif Priyanto Arif, Hendra Firdaus Hendra dan Budi Leksono Budi, terbit di Jurnal Wasian Vol. 8 No. 1 (2021). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Hamdan, H. A. A., Erytrina, E. W., Trie, T. M. H., Arif, A. P., Hendra, H. F., & Budi, B. L. (2021). The Growth of Calophyllum Inophyllum Scions Taken from Provenance Seed Stand in Wonogiri, Central Java. Jurnal Wasian, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.62142/pqc1rf87
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!