Gambar: sampul artikel, dari Ratna dan Dede (2019), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan menemukan bahwa ukuran bibit nyamplung (Calophyllum inophyllum) saat masih di persemaian memengaruhi daya hidup dan pertumbuhannya setelah ditanam di lapangan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2019 ini mengamati bibit nyamplung asal Carita, Pangandaran, dan Purworejo yang ditanam di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama dua tahun.
Hasilnya, bibit dengan tinggi di atas 31 cm dan diameter batang lebih dari 5,1 mm punya peluang tumbuh lebih baik di lapangan. Bibit yang lebih kecil cenderung kurang berhasil. Peneliti juga mencatat bahwa perbandingan tinggi dan diameter bibit serta indeks mutu bibit perlu menjadi pertimbangan dalam memilih bibit. Klasifikasi bentuk bibit berpengaruh nyata terhadap daya hidup, pertambahan tinggi, dan pertambahan diameter setelah tanam.
Temuan ini penting bagi petani hutan dan penyuluh yang biasa menanam nyamplung, pohon yang dikenal toleran terhadap lahan pesisir dan sering dipakai untuk penghijauan serta bahan bakar nabati. Memilih bibit yang cukup tinggi dan berbatang kokoh sejak di persemaian bisa meningkatkan keberhasilan penanaman di lapangan.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Correlation of Morphological Characteristics of Nyamplung Seedling (Calophyllum inophyllum L) with The Performance at Field Condition karya Ratna Damayanti Siantur Ratna dan Dede J Sudrajat Dede, terbit di Jurnal Wasian Vol. 6 No. 1 (2019). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Ratna, R. D. S., & Dede, D. J. S. (2019). Correlation of Morphological Characteristics of Nyamplung Seedling (Calophyllum inophyllum L) with The Performance at Field Condition. Jurnal Wasian, 6(1), 45–55. https://doi.org/10.62142/0fpen224
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!