Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Apr 04, 2015 · Research · 1 min read
Zat Penghambat Tumbuh Efektif Menahan Pertumbuhan Semai Meranti Putih di Persemaian
1152 views
0 comments
0 likes

Zat Penghambat Tumbuh Efektif Menahan Pertumbuhan Semai Meranti Putih di Persemaian

Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Manado menunjukkan paklobutrazol 250 ppm paling efektif menghambat pertumbuhan semai meranti putih (Shorea assamica), jenis kayu komersial asal Sulawesi yang bijinya mudah rusak.

Gambar: sampul artikel, dari Irawan dan Iwanuddin (2015), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.

Tim peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado menguji penggunaan zat penghambat tumbuh pada semai meranti putih (Shorea assamica) di persemaian. Hasilnya, zat tersebut efektif menahan pertumbuhan semai. Meranti putih merupakan kayu komersial dari keluarga dipterokarpa yang tumbuh di Sulawesi dan termasuk jenis yang bijinya mudah rusak sehingga sulit disimpan lama.

Dari beberapa perlakuan yang diuji, paklobutrazol dosis 250 ppm memberi hasil terbaik. Pada semai berumur 6 bulan, zat ini menekan pertumbuhan tinggi hingga 75,14 persen dan pertumbuhan diameter hingga 33,33 persen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap.

Bagi pengelola persemaian dan masyarakat sekitar hutan, temuan ini menawarkan cara menahan laju pertumbuhan semai agar bibit tetap terpelihara sebelum ditanam di lapangan. Penelitian ini juga menyebut garam NaCl sebagai bahan lain yang diuji, namun paklobutrazol 250 ppm tetap menjadi perlakuan paling efektif.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Effectivity of Using Growth Retardants on Shorea assamica Dyer Seedling at Nursery karya Arif Irawan Irawan dan Iwanuddin Iwanuddin Iwanuddin, terbit di Jurnal Wasian Vol. 2 No. 1 (2015). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Irawan, A. I., & Iwanuddin, I. I. (2015). Effectivity of Using Growth Retardants on Shorea assamica Dyer Seedling at Nursery. Jurnal Wasian, 2(1), 41–46. https://doi.org/10.62142/kesdnn35

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark