Gambar: sampul artikel, dari Irawan dan Iwanuddin (2015), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado menguji penggunaan zat penghambat tumbuh pada semai meranti putih (Shorea assamica) di persemaian. Hasilnya, zat tersebut efektif menahan pertumbuhan semai. Meranti putih merupakan kayu komersial dari keluarga dipterokarpa yang tumbuh di Sulawesi dan termasuk jenis yang bijinya mudah rusak sehingga sulit disimpan lama.
Dari beberapa perlakuan yang diuji, paklobutrazol dosis 250 ppm memberi hasil terbaik. Pada semai berumur 6 bulan, zat ini menekan pertumbuhan tinggi hingga 75,14 persen dan pertumbuhan diameter hingga 33,33 persen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap.
Bagi pengelola persemaian dan masyarakat sekitar hutan, temuan ini menawarkan cara menahan laju pertumbuhan semai agar bibit tetap terpelihara sebelum ditanam di lapangan. Penelitian ini juga menyebut garam NaCl sebagai bahan lain yang diuji, namun paklobutrazol 250 ppm tetap menjadi perlakuan paling efektif.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Effectivity of Using Growth Retardants on Shorea assamica Dyer Seedling at Nursery karya Arif Irawan Irawan dan Iwanuddin Iwanuddin Iwanuddin, terbit di Jurnal Wasian Vol. 2 No. 1 (2015). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Irawan, A. I., & Iwanuddin, I. I. (2015). Effectivity of Using Growth Retardants on Shorea assamica Dyer Seedling at Nursery. Jurnal Wasian, 2(1), 41–46. https://doi.org/10.62142/kesdnn35
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!