Gambar: sampul artikel, dari Ady dan Arif (2017), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado meneliti cara pemindahan bibit nyamplung (Calophyllum inophyllum) dari persemaian. Penelitian ini penting karena rehabilitasi pesisir di Sulawesi Utara membutuhkan banyak bibit nyamplung, sementara persemaiannya belum optimal. Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan pemindahan hanya memengaruhi pertumbuhan tinggi, sedangkan tingkat hidup bibit tetap 100 persen.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2017, tim membandingkan beberapa perlakuan saat bibit dipindahkan: memangkas daun, memotong biji, dan memotong akar. Bibit yang dipindahkan dengan daun utuh dan biji utuh menghasilkan pertumbuhan tinggi terbaik, masing-masing 4,60 cm dan 4,63 cm. Perlakuan pada akar tidak memberikan pengaruh nyata. Menurut penelitian ini, tingkat hidup bibit yang mencapai 100 persen menunjukkan bahwa nyamplung cukup kuat menghadapi perlakuan pemindahan.
Temuan ini berguna bagi masyarakat pesisir dan pemerintah daerah yang ingin mengembangkan nyamplung. Selain untuk rehabilitasi pantai, tanaman ini juga berpotensi mendukung kebutuhan biofuel nasional. Dengan teknik pemindahan yang tepat, bibit nyamplung dapat tumbuh lebih baik tanpa mengurangi jumlah yang hidup.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Effect of Weaning Tecnique to Survival Rate and Height Growth of Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Plant karya Ady Suryawan Ady dan Arif Irawan Arif, terbit di Jurnal Wasian Vol. 4 No. 1 (2017). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Ady, A. S., & Arif, A. I. (2017). The Effect of Weaning Tecnique to Survival Rate and Height Growth of Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Plant. Jurnal Wasian, 4(1), 47–54. https://doi.org/10.62142/6rqnps11
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!