Gambar: sampul artikel, dari Naning (2020), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Benih nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) dikenal cepat menurun daya hidupnya bila disimpan lama. Karena itu, tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan meneliti teknik perlakuan benih yang tepat agar daya hidupnya bertahan selama penyimpanan. Hasilnya dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2020 oleh Naning Yuniarti.
Dari lima perlakuan yang diuji, pelembapan benih dengan koran lembap selama 2 jam memberi hasil terbaik. Perlakuan ini meningkatkan daya berkecambah benih nyamplung sebesar 42 persen dan kecepatan berkecambah 0,56 persen per etmal. Perlakuan lain yang diuji meliputi perendaman dalam air suling selama 24 jam, perendaman dalam larutan PEG-6000 15 persen selama 24 jam, dan pelembapan dengan abu gosok selama 2 jam. Penelitian juga mencatat bahwa semakin lama benih disimpan, semakin menurun daya berkecambah dan kecepatan berkecambahnya.
Temuan ini penting bagi masyarakat dan petani hutan yang ingin membudidayakan nyamplung. Tanaman ini memiliki manfaat ganda, yaitu ekonomi dan ekologi. Dengan perlakuan sederhana memakai koran lembap, benih nyamplung dapat disiapkan lebih baik sebelum ditanam sehingga peluang tumbuhnya meningkat.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Invigoration Techniques of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Seeds During the Storage karya Naning Yuniarti Naning, terbit di Jurnal Wasian Vol. 7 No. 1 (2020). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Naning, N. Y. (2020). The Invigoration Techniques of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Seeds During the Storage. Jurnal Wasian, 7(1), 65–72. https://doi.org/10.62142/ze4z5t03
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!