Gambar: sampul artikel, dari Eritrina dkk. (2018), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Limbah padat biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang selama ini menjadi sisa industri minyak dapat diolah menjadi kompos berkualitas. Penelitian yang dilakukan tim dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan menunjukkan kompos dari ampas biji nyamplung memenuhi standar mutu pupuk organik SNI No. 19-7030-2004 pada beberapa parameter kimia. Penelitian ini diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2018.
Tim peneliti menguji empat jenis starter, yaitu biostarter isi rumen sapi, Prouponic Gb #1, EM4, dan Primadec C-15. Hasilnya, jenis starter berpengaruh nyata terhadap kualitas kompos, terutama pada daya hantar listrik (DHL) serta kadar nitrogen, fosfor, dan kalium total. Starter Prouponic Gb #1 dan EM4 memberikan hasil terbaik dibandingkan starter lainnya. Nilai DHL, rasio C/N, N total, P total, dan K total dari kompos ampas biji nyamplung sudah sesuai dengan SNI.
Temuan ini penting karena ampas biji nyamplung merupakan limbah padat dari industri minyak nyamplung yang jumlahnya cukup banyak. Dengan pengomposan, limbah tersebut tidak hanya berkurang, tetapi juga memberi nilai tambah sebagai pupuk organik. Peneliti merekomendasikan penggunaan Prouponic Gb #1 dan EM4 untuk mengolah limbah ampas biji nyamplung menjadi kompos berkualitas.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Compost Quality of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Solid Waste Oil Industri with Four Starters karya Eritrina Windyarini Eritrina, Budi Leksono Budi dan Tri Maria Hasna Hasna, terbit di Jurnal Wasian Vol. 5 No. 2 (2018). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Eritrina, E. W., Budi, B. L., & Hasna, T. M. H. (2018). Compost Quality of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Solid Waste Oil Industri with Four Starters. Jurnal Wasian, 5(2), 127–134. https://doi.org/10.62142/8f87g645
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!