Gambar: sampul artikel, dari Suryawan dkk. (2014), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado menguji cara menyemai tiga jenis tanaman pantai di Persemaian Permanen Kima Atas, Manado, Sulawesi Utara. Ketiga tanaman itu adalah ketapang (Terminalia catappa), keben (Barringtonia asiatica), dan nyamplung (Calophyllum inophyllum). Penelitian ini penting karena Sulawesi Utara diperkirakan membutuhkan 9.870.093,33 bibit tanaman pantai untuk merehabilitasi ekosistem pesisir yang rusak seluas 14.805,14 hektare, dengan bagian terbesar 13.884 hektare berada di kawasan penggunaan lain.
Hasil penelitian menunjukkan ketiga jenis tanaman memerlukan perlakuan berbeda. Ketapang tumbuh baik pada suhu dan kelembapan yang berubah-ubah bila disemai di media pasir, tanpa anakan liar, dan diletakkan di bawah naungan 25 persen serta terkena hujan. Keben dapat mencapai daya hidup hingga 90 persen dalam dua bulan bila bijinya dilukai dan dibiarkan membusuk, lalu ditempatkan di lokasi terbuka. Sementara nyamplung perlu perlakuan pada tempurung bijinya, yaitu dengan memecah atau mengupasnya, agar daya hidupnya meningkat.
Bagi masyarakat sekitar hutan dan pesisir, temuan ini memberi petunjuk praktis menyemai bibit sendiri untuk menanam kembali pantai yang rusak. Penelitian ini mencatat bahwa kebutuhan bibit di Sulawesi Utara sangat besar, sehingga cara penyemaian yang tepat ikut menentukan keberhasilan rehabilitasi pesisir.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Trial Germination of Coastal Vegetation (Terminalia catappa, Calophyllum inophylum L., and Barringtonia asiatica) in the Kima Atas Permanent Nursery karya Ady Suryawan, Nur Asmadi dan Rinna Mamonto, terbit di Jurnal Wasian Vol. 1 No. 1 (2014). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Suryawan, A., Asmadi, N., & Mamonto, R. (2014). Trial Germination of Coastal Vegetation (Terminalia catappa, Calophyllum inophylum L., and Barringtonia asiatica) in the Kima Atas Permanent Nursery. Jurnal Wasian, 1(1), 9–13. https://doi.org/10.62142/0r9e1b83
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!