Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Jul 04, 2020 · Research · 1 min read
Ekstrak Gadung Paling Efektif Kendalikan Siput pada Bibit Nyawai
1134 views
0 comments
0 likes

Ekstrak Gadung Paling Efektif Kendalikan Siput pada Bibit Nyawai

Penelitian Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru menunjukkan ekstrak umbi gadung paling toksik terhadap siput Achatina fulica, hama yang menyerang bibit nyawai.

Gambar: sampul artikel, dari Fajar dan Beny (2020), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.

Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru menguji empat bahan alami untuk mengendalikan siput Achatina fulica (Ferussac, 1821) yang menyerang bibit nyawai (Ficus variegata). Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian pada 2020 itu menunjukkan ekstrak umbi gadung (Discorea hispida) paling toksik dengan tingkat kematian siput mencapai 75 persen.

Selain gadung, tim menguji ekstrak sembung (Blumea balsamifera), tuba (Derris eliptica), dan pinang (Areca catechu) pada berbagai konsentrasi. Ekstrak pinang justru paling lemah dengan tingkat kematian 49,75 persen. Menurut penelitian ini, ekstrak tuba, pinang, dan sembung paling efektif pada konsentrasi 50 g/l, sedangkan gadung sudah menunjukkan efek kuat pada konsentrasi 10 g/l. Nilai LC95 gadung tercatat 80,63 g/l, jauh lebih rendah dibanding pinang yang mencapai 567,75 g/l.

Serangan siput menjadi salah satu kendala dalam pengembangan nyawai karena dapat menyebabkan kematian bibit. Pemanfaatan bahan alami ini menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan dibandingkan moluskisida kimia. Namun, tim peneliti mengingatkan bahwa aplikasinya perlu mempertimbangkan tingkat serangan hama, karena efek pestisida nabati ini bekerja lebih lambat daripada moluskisida kimia.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah The Plants Extract Toxicity Againts Achatina fulica (Ferussac, 1821) in Nyawai Ficus variegata (Blume) karya Fajar Lestari Fajar dan Beny Rahmanto Beny, terbit di Jurnal Wasian Vol. 7 No. 1 (2020). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Fajar, F. L., & Beny, B. R. (2020). The Plants Extract Toxicity Againts Achatina fulica (Ferussac, 1821) in Nyawai Ficus variegata (Blume). Jurnal Wasian, 7(1), 39–50. https://doi.org/10.62142/1ewcvx39

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark