Gambar: sampul artikel, dari Hadijah dkk. (2022), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma bersama Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN meneliti karakteristik vegetasi habitat burung maleo (Macrocephalon maleo) di Taman Wisata Alam Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Burung maleo umumnya hidup di hutan dekat sumber air panas. Namun di Luwu Timur, habitatnya justru berada di tepi danau. Penelitian ini diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2022.
Di area tempat burung maleo beristirahat, pohon macadamia (Macadamia hildebrandii) memiliki nilai kepentingan tertinggi dibanding jenis lain. Buah pohon ini diduga menjadi salah satu pakan maleo. Sementara di lokasi bertelur, alang-alang (Imperata cylindrica) paling dominan. Tim peneliti mencatat burung maleo terlihat memakan biji-bijian rumput di sekitar sarang tempat bertelur. Perbedaan ini terlihat dari indeks ekologi: kawasan istirahat tergolong sedang hingga tinggi, sedangkan kawasan bertelur tergolong rendah.
Temuan ini menjadikan Taman Wisata Alam Danau Towuti salah satu habitat in situ maleo yang tersisa di Sulawesi Selatan. Menurut penelitian ini, hasil tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan kawasan tersebut.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Vegetation Characteristics of The Maleo Bird (Macrochepalon maleo) Habitat at Natural Tourism Park of Towuti Lake, South Sulawesi karya Hadijah Azis Karim Hadijah, Nardy Noerman Najib Nardy dan Nada Sofyan Nada, terbit di Jurnal Wasian Vol. 9 No. 1 (2022). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Hadijah, H. A. K., Nardy, N. N. N., & Nada, N. S. (2022). Vegetation Characteristics of The Maleo Bird (Macrochepalon maleo) Habitat at Natural Tourism Park of Towuti Lake, South Sulawesi. Jurnal Wasian, 9(1), 63–73. https://doi.org/10.62142/bpc0tb21
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!