Gambar: sampul artikel, dari Qirom (2018), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru mengembangkan dan menguji model penduga volume kayu balangeran (Shorea balangeran) yang tumbuh di Kalimantan Tengah. Penelitian ini penting karena pendugaan volume pohon yang akurat dibutuhkan untuk menghitung potensi tegakan hutan secara tepat. Model yang dikembangkan menggunakan data dari 52 pohon untuk penyusunan model, 23 pohon untuk validasi model, dan 10 pohon untuk validasi eksternal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang hanya menggunakan diameter pohon sebagai variabel tidak memenuhi kriteria model terbaik. Kriteria tersebut mencakup simpangan agregatif (AD) kurang dari 1% dan simpangan relatif (RD) kurang dari 8%. Namun, ketika tinggi pohon ditambahkan sebagai variabel, koefisien determinasi model meningkat sebesar 6,54% dan model memenuhi kriteria AD dan RD. Model terbaik balangeran memiliki koefisien determinasi sebesar 89,77%.
Meskipun demikian, penelitian ini mencatat bahwa model terbaik tersebut tidak dapat diterapkan pada lokasi lain dengan karakteristik tegakan yang berbeda. Temuan ini memberikan panduan bagi pengelola hutan dalam menduga volume kayu balangeran, sejenis meranti yang bernilai ekonomi, sehingga perencanaan pemanfaatan hutan dapat lebih akurat. Namun, pengguna perlu berhati-hati dalam menerapkan model ini di luar lokasi penelitian.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Development and Validation of Volume Prediction Model for Balangeran (Shorea balangeran (Korth.) Burck) In Central Kalimantan karya Muhammad Abdul Qirom Qirom, terbit di Jurnal Wasian Vol. 5 No. 2 (2018). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Qirom, M. A. Q. (2018). Development and Validation of Volume Prediction Model for Balangeran (Shorea balangeran (Korth.) Burck) In Central Kalimantan. Jurnal Wasian, 5(2), 89–104. https://doi.org/10.62142/5ttexe44
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!