Kehutanan UNISMUH Logo
CTRL D
Forestry Department Office
Jul 05, 2022 · Research · 1 min read
Tiga Cara Kelola Hutan di Gunungkidul, Mana Paling Menguntungkan Warga?
1213 views
0 comments
0 likes

Tiga Cara Kelola Hutan di Gunungkidul, Mana Paling Menguntungkan Warga?

Peneliti UGM membandingkan akses warga ke hutan Bunder di Gunungkidul yang dikelola tiga rezim berbeda: hutan produksi, taman hutan raya, dan hutan pendidikan.

Gambar: sampul artikel, dari Madjid dkk. (2022), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.

Tim peneliti dari Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, meneliti bagaimana warga di Desa Bunder, Banaran, Ngleri, dan Gading, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mengakses kawasan hutan Bunder yang dikelola tiga rezim berbeda. Ketiga rezim itu adalah hutan produksi KPH Yogyakarta, hutan konservasi Tahura, dan hutan pendidikan KHDTK Wanagama I. Penelitian ini penting karena perbedaan pengelolaan diduga memengaruhi pola interaksi nyata warga dengan hutan di sekitarnya.

Hasil penelitian yang terbit di Jurnal Wasian pada 2022 itu menunjukkan bahwa rezim pengelolaan hutan memang memengaruhi cara warga mengakses hutan. Secara keseluruhan, hak yang diterima warga di hutan produksi KPH Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan di hutan pendidikan KHDTK Wanagama I. Nilai terendah ada pada rezim pengelolaan hutan konservasi Tahura. Namun, bila dilihat dari mekanisme akses yang memberdayakan warga, hutan pendidikan KHDTK Wanagama I justru lebih tinggi dibandingkan hutan produksi KPH Yogyakarta dan hutan konservasi Tahura.

Temuan ini menunjukkan bahwa hak dan akses warga tidak selalu sejalan dengan besarnya manfaat yang mereka rasakan. Tim peneliti merekomendasikan perlunya perumusan hak dan akses yang lebih jelas agar kepastian manfaat sumber daya hutan bagi masyarakat sekitar hutan dapat meningkat. Bagi warga di sekitar hutan Gunungkidul, kejelasan aturan ini menentukan sejauh mana mereka bisa memanfaatkan hutan tanpa melanggar ketentuan pengelola.

Sumber dan cara mengutip

Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Locals’ Claims of Rights and Access to Forest Resources in Three Forest Management Regimes in Gunungkidul Regency, Yogyakarta karya Muhammad Iqbal Nur Madjid Madjid, Dwiko Budi Permadi Dwiko, Wahyu Wardhana Wahyu dan Ratih Madya Septiana Ratih, terbit di Jurnal Wasian Vol. 9 No. 1 (2022). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.

Kutip artikel aslinya (APA 7):

Madjid, M. I. N. M., Dwiko, D. B. P., Wahyu, W. W., & Ratih, R. M. S. (2022). Locals’ Claims of Rights and Access to Forest Resources in Three Forest Management Regimes in Gunungkidul Regency, Yogyakarta. Jurnal Wasian, 9(1), 01–12. https://doi.org/10.62142/njvbws14

Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.

Share this post
Comments (0)
Please sign in to leave a comment.

No comments yet. Be the first to comment!

About the Author
Forestry Department Office
Share This Post

Theme Customization

Layout:
Vertical
Horizontal
Semi Box
Content Width:
Default
Box
Layout Direction:
LTR
RTL
Layout Mode:
Light
Dark
System
Sidebar Size:
Default
Medium
Icon
Icon hover
Sidebar Color:
Light
Dark