Gambar: sampul artikel, dari Diah (2016), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado mengidentifikasi enam koloni burung sampiri di Pulau Karakelang, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Penelitian yang dilakukan Februari hingga Mei 2014 itu menemukan setiap koloni memakai jenis pohon tidur yang berbeda. Hasilnya diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2016.
Enam koloni sampiri itu tercatat menggunakan tiga jenis pohon sebagai tempat tidur: gehe (Pometia corriacea), binsar (Ficus variegata), dan lawean (Sterculia sp.). Dari ketiganya, pohon gehe paling banyak dipakai. Tim peneliti juga mencatat ciri morfologi atau bentuk fisik pohon-pohon yang dipakai sampiri untuk tidur.
Informasi jenis pohon tidur ini penting bagi warga dan pengelola hutan di Karakelang. Mengetahui pohon mana yang menjadi tempat berkumpulnya sampiri membantu upaya menjaga populasi burung tersebut, terutama karena pohon-pohon itu tumbuh di wilayah yang juga dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Identification of Sampiri Birds Colonies Roosting Tree Species in Karakelang Island Talaud Islands North Sulawesi karya Diah Irawati Dwi Arini Diah, terbit di Jurnal Wasian Vol. 3 No. 2 (2016). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Diah, D. I. D. A. (2016). Identification of Sampiri Birds Colonies Roosting Tree Species in Karakelang Island Talaud Islands North Sulawesi. Jurnal Wasian, 3(2), 59–68. https://doi.org/10.62142/kbw97z79
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!