Gambar: sampul artikel, dari Nurlita dkk. (2021), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Universitas Brawijaya mencatat perubahan penggunaan dan tutupan lahan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, selama 1995 hingga 2019. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian ini menemukan bahwa hutan sekunder, hutan bakau, dan sawah cenderung berkurang. Sebaliknya, luas permukiman, semak, dan tambak bertambah signifikan.
Tim yang terdiri dari Nurlita Indah Wahyuni, Abdul Wahid Hasyim, dan Soemarmo ini mengamati 12 jenis tutupan lahan, mulai dari hutan primer, hutan sekunder, hutan tanaman, hutan bakau, perkebunan, permukiman, lahan pertanian, sawah, semak, perairan, tambak, hingga lahan terbuka. Perubahan tutupan lahan akibat aktivitas manusia ini mengubah ekosistem daratan dan fungsinya, termasuk fungsi pengendalian iklim.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya, penyusutan hutan dan sawah berarti berkurangnya lahan yang menopang kehidupan sehari-hari. Hutan bakau yang menyusut, misalnya, berperan penting menjaga pesisir. Sementara sawah yang berkurang menyangkut ketersediaan pangan. Meluasnya permukiman dan tambak menunjukkan arah pembangunan yang perlu diimbangi dengan menjaga kawasan hutan dan lahan pertanian.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Dynamic of the Land Use and Land Cover Change in Banyuwangi Regency From 1995-2019 karya Nurlita Indah Wahyuni Nurlita, Abdul Wahid Hasyim Hasyim dan Soemarmo Soemarmo Soemarmo, terbit di Jurnal Wasian Vol. 8 No. 2 (2021). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Nurlita, N. I. W., Hasyim, A. W. H., & Soemarmo, S. S. (2021). Dynamic of the Land Use and Land Cover Change in Banyuwangi Regency From 1995-2019. Jurnal Wasian, 8(2), 121–132. https://doi.org/10.62142/2vab3c95
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!