Gambar: sampul artikel, dari Maria dan Eva (2020), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry memetakan konflik di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), khususnya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian yang dilakukan pada Februari 2017 ini menemukan bahwa konflik utama di kawasan tersebut adalah perubahan status hutan yang berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Konflik ini melibatkan delapan aktor dominan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Wasian, para pihak yang terlibat konflik memiliki gaya berselisih yang berbeda-beda. Perbedaan gaya ini kemudian difasilitasi dan dimediasi agar mereka dapat mengajukan izin mengelola Patulungan sebagai pengelolaan parkir, serta izin mengelola Ipukan sebagai pemandu wisata. Tim peneliti mencatat bahwa peran pihak luar yang tidak memiliki hubungan konflik diperlukan untuk mewujudkan penyelesaian konflik.
Temuan ini penting bagi masyarakat sekitar hutan dan pemerintah daerah karena menunjukkan bahwa konflik di kawasan konservasi tidak hanya soal status lahan, tetapi juga menyangkut akses ekonomi warga. Pendekatan mediasi dan fasilitasi izin usaha kecil di dalam taman nasional dapat menjadi jalan tengah antara kepentingan pelestarian hutan dan kebutuhan penghidupan masyarakat.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Conflict Mapping of Gunung Ciremai National Park in Cisantana Village, Cigugur, Kuningan, West Java karya Maria Palmolina Maria dan Eva Fauziyah Eva, terbit di Jurnal Wasian Vol. 7 No. 2 (2020). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Maria, M. P., & Eva, E. F. (2020). Conflict Mapping of Gunung Ciremai National Park in Cisantana Village, Cigugur, Kuningan, West Java. Jurnal Wasian, 7(2), 137–151. https://doi.org/10.62142/pfatab48
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!