Gambar: sampul artikel, dari Ratih dkk. (2020), Jurnal Wasian, lisensi CC BY-NC 4.0.
Tim peneliti dari Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, meneliti kondisi sosial-demografi pekerja pemanenan daun kayu putih di RPH Nglipar, KPH Yogyakarta. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Wasian pada 2020 ini menemukan bahwa rata-rata pekerja berusia 58 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Pendidikan pekerja didominasi lulusan sekolah dasar (SD) sebesar 64 persen.
Menurut penelitian ini, rata-rata jumlah tanggungan setiap rumah tangga pekerja adalah 4 orang, dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Rata-rata kepemilikan lahan pekerja pemanenan daun kayu putih hanya 0,17 ha. Untuk kinerja kerja, tim peneliti mencatat kemampuan pemanenan orang normal di KPH Yogyakarta mencapai 72,23 kg per jam.
Pemanenan daun kayu putih merupakan kegiatan kehutanan yang menghasilkan produk hasil hutan bukan kayu. Penelitian ini menyebut produktivitas pemanenan sangat dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia dan aspek biofisik. Gambaran sosial-demografi pekerja seperti usia yang tergolong tua, pendidikan rendah, dan lahan garapan sempit penting diketahui untuk merancang pembinaan dan peningkatan kinerja pemanenan di wilayah tersebut.
Sumber dan cara mengutip
Berita ini ditulis dari artikel ilmiah Socio Demographic Factors and Work Performance of Forest Workers in Cajuput Leaf Harvesting at RPH Nglipar, KPH Yogyakarta karya Ratih Madya Septiana Ratih, Nunuk Supriyatno Nunuk dan Slamet Riyanto Slamet, terbit di Jurnal Wasian Vol. 7 No. 2 (2020). Artikel lengkapnya dapat dibaca gratis di situs Jurnal Wasian.
Kutip artikel aslinya (APA 7):
Ratih, R. M. S., Nunuk, N. S., & Slamet, S. R. (2020). Socio Demographic Factors and Work Performance of Forest Workers in Cajuput Leaf Harvesting at RPH Nglipar, KPH Yogyakarta. Jurnal Wasian, 7(2), 111–120. https://doi.org/10.62142/pjyjvh41
Jika Anda memakai temuan penelitian ini dalam tugas, skripsi atau tulisan lain, kutip artikel aslinya di atas, bukan berita ini. Artikel asli berlisensi CC BY-NC 4.0.
No comments yet. Be the first to comment!